Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Pembacaan ikrar menjaga lingkungan hidup dalam peringatan Hari Bumi yang diselenggarakan SDN Ungaran 1 Kota Jogja pada Rabu (1/3/2023). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, JOGJA—Butuh dukungan seluruh pihak untuk membentuk kesadaran mengurangi sampah, termasuk kalangan anak-anak. Sekolah dasar di Jogja ini punya sejumlah cara mengedukasi siswanya agar punya kebiasaan baik terhadap lingkungan.
Sebagai sekolah berstatus Adiwiyata Mandiri, SD Negeri Ungaran 1 sejak lama fokus mengedukasi siswanya untuk memiliki kesadaran lingkungan. Salah satunya peringatan Hari Bumi yang dilaksanakan setiap tahun.
"Tahun ini peringatan Hari Bumi kami selenggarakan hari ini setelah dua tahun yang lalu vakum karena pandemi. Kali ini, peringatannya kami padukan dengan gebyar ekstrakurikuler siswa, dengan harapan edukasi lingkungan hidup ke depannya bisa sinergi dengan ekstrakurikuler yang ada di sekolah," urai Suprapti, Kepala SD Ungaran 1 kepada Harianjogja.com di sela-sela acara peringatan Hari Bumi, Rabu (1/3/2023).
Dalam acara tersebut, siswa dan orang tua kembali diingatkan untuk melestarikan lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pemilahan sampah. Agenda tersebut juga menampilkan pentas dari 20 ekstrakurikuler siswa yang ada di SDN Ungaran 1.
Suprapti menegaskan komitmen sekolah untuk mendukung gerakan zero sampah anorganik yang digalakkan Pemkot Jogja. Ia berharap acara peringatan Hari Bumi ini menjadi momentum peningkatan kesadaran dan kepedulian warga sekolah dalam merawat bumi sebagai tempat tinggalnya.
"Sekolah sebagai agen perubahan, maka edukasi terkait lingkungan hidup di SD Ungaran 1 tidak hanya satu hari ini, tetapi sudah berlangsung setiap hari. Peringatan ini jadi puncaknya dan diselenggarakan setiap tahun," kata dia.
Ia menuturkan sekolah ini telah menerapkan sejumlah program edukasi lingkungan hidup. Salah satunya ialah program SMUTLIS (Sepuluh Menit untuk Lingkungan Taman dan Sekolah) yang mengajak siswa membersihkan lingkungan sekolah dan merawat tanaman sebelum memulai kelas di pagi hari.
Selain mengajak siswa memilah sampah berdasarkan kategori organik dan anorganik, sekolah ini juga berupaya untuk mengolah sampah yang sudah terpilah. Siswa beberapa kali diajarkan mengolah sampah anorganik menjadi prakarya daur ulang.
Selain itu, sampah kertas dan plastik yang masih bisa dimanfaatkan akan disetor ke pengepul sehingga tidak langsung masuk ke tempat pembuangan sampah. Sementara untuk sampah organik di sekolah itu diolah menjadi kompos dan hasil panennya dimanfaatkan untuk perawatan tanaman yang ada di sekitar sekolah.
"Kami memang belum sepenuhnya nol sampah, tapi kami terus berproses ke sana dan terus mengedukasi siswa untuk cinta lingkungan hidup," ujar Suprapti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Prediksi Persik vs Persija di Super League 2026, tim tamu diunggulkan meski tuan rumah dalam tren positif.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.