Mengenal Istilah Ngabuburit di Luar Jawa

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Sabtu, 25 Maret 2023 07:47 WIB
Mengenal Istilah Ngabuburit di Luar Jawa

Pasar Ramadan di Jalan PJKA Tridadi Sleman, Minggu (18/4/2021). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak

Harianjogja.com, JOGJA—Kegiatan ngabuburit tidak hanya dikenal di kalangan masyarakat Jawa. Di beberapa daerah di Indonesia, kegiatan menunggu waktu berbuka puasa ini juga banyak dilakukan, hanya saja memiliki istilah yang berbeda-beda. 

Ngabuburit adalah kegiatan menunggu azan magrib menjelang berbuka puasa pada waktu bulan Ramadan. Beragam kegiatan yang bisa dilakukan mulai dari mengaji, jalan-jalan, bercengkerama, berburu takjil gratis, hingga kulineran

Berikut ini istilah ngabuburit di daerah lain di Indonesia, dilansir dari Wikipedia:

Baca juga: Ingin Buka Puasa di Hotel? Ini 3 Rekomendasi Tempat di Jogja

Dalam bahasa Minang, istilah ngabuburit dikenal dengan malengah puaso, yang berarti melakukan kegiatan untuk mengalihkan rasa haus dan lapar karena berpuasa.

Dalam bahasa Banjar, istilah ngabuburit dikenal juga dengan basambang, yang berarti jalan-jalan saat waktu senja.

Dalam bahasa Madura, ngabuburit dikenal dengan istilah nyaré malem (mencari malam) atau nyaré bhuka'an (mencari takjil; bukaan) di mana orang yang berpuasa melakukan berbagai cara dalam menanti azan magrib.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online