194 Tumpeng Dikarak ke Puncak Gunung Tidar, Ini Makna Merti 2026
Sebanyak 194 tumpeng dikirab menuju puncak Gunung Tidar dalam Merti 2026 yang mengangkat pesan spiritual, budaya, dan pelestarian lingkungan.
Sejumlah narasumber berfoto dalam diskusi bertajuk Gotong Royong Ilmu untuk Revolusi Mental di Era Siber di Auditorium Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat (31/3/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sumber daya manusia memang harus dipersiapkan untuk dapat beradaptasi dengan teknologi. Akan tetapi harus diimbangi dengan mental yang kuat menjadi kunci dalam menghadapi perkembangan teknologi yang kian masif di era saat ini.
Rektor UGM Profesor Ova Emilia mengatakan universitas sebagai tempat menggali ilmu bukan hanya urusan kompetensi saja tetapi pendidikan karakter bagian tidak bisa dipisahkan. Sehingga dalam prosesnya diberikan perlakuan kepada mahasiswa saat mereka ada di kampus agar tetap saling dekat dan peduli sehingga komunikasi terbentuk dengan baik. Melalui proses komunikasi itu harapannya dapat mempersiapkan generasi agar menggunakan teknologi dengan bijak.
BACA JUGA : Membuat Sendiri Rumah Impian dengan Teknologi 3DCP
Ia menambahkan teknologi akan berubah berganti terus, oleh karena itu mental menjadi modal dasar. Kemampuan beradaptasi dengan baik atau sesuai tuntutan perkembangan teknologi harus diimbangi dengan tetap mempertahankan unsur manusianya yaitu komunikasi tatap muka.
“Fenomena yang sering terjadi dalam keluarga ketika di meja makan sambil bawa ponsel masing-masing, bahkan anak balita supaya tidak menganggu dikasih ponsel sendiri. Hal seperti itu tidak pernah, dulu mungkin tidak membayangkan, dampaknya besar,” katanya dalam CyberTalk dengan tema Gotong Royong Ilmu untuk Revolusi Mental di Era Siber di Auditorium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat (31/3/2023).
Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) Profesor Yudho Giri Sucahyo mengatakan diskusi bertajuk cybertalk ini bertujuan untuk memberikan ilmu serta kesadaran mengenai perkembangan teknologi informasi yang sedang berkembang di dunia maupun di Indonesia. Dengan demikian masyarakat terutama mahasiswa lebih siap dalam menghadapinya baik dari segi mental maupun kemampuan.
BACA JUGA : Komitmen Start Up Asal Jogja Bangun Teknologi
“Harapannya dapat membantu mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan program Indonesia Emas 2045 pilar pertama yaitu pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang tentunya akhirnya mampu melahirkan talenta teknologi dan digital kebanggaan bangsa Indonesia,” katanya.
Program CyberTalk ini telah berjalan sejak 2021 secara daring namun kali ini secara luring dan daring (hybrid) serta memiliki skala yang lebih besar. Selain itu menyuguhkan berbagai topik bertema teknologi informasi dan mengundang berbagai narasumber yang memiliki keahlian pada bidang tertentu. “Harapannya bisa menjadi bekal bagi mahasiswa,” ujarnya.
Deputi V Kemenko PMK Didik Suhardi dalam kesempatan itu mengatakan jumlah pengguna telepon seluler di Indonesia mencapai 350 juta, padahal jumlah penduduk hanya 276 juta. Dari sisi partisipasi penggunaan memang luar biasa tinggi, namun keadabannya masih sangat memprihatinkan. Terbukti dari hasil penelitian para penggunaan di Indonesia tercatat 47% digunakan untuk hoaks dan penipuan, 27% ujaran kebencian dan 13% untuk diskriminasi.
“Bisa dibayangkan dunia maya kita seperti itu, penipuan setiap hari ganti modusnya. Pelaku sudah yakin dari sekian ribu orang pasti ada yang tertipu. Semakin dewasa masyarakat merespon media sosial maka hal negatif akan semakin diminimalisasi. Oleh karena itu, bisa dibayangkan bahwa yang ada di media kita didominasi sifatnya negatif,” katanya.
BACA JUGA : Diskominfo DIY Berencana Manfaatkan Teknologi
Oleh karena itu Kemenko PMK bekerja sama dengan berbagai pihak berusaha agar media diisi oleh orang yang ahli berkontribusi berbagi ilmu. “Sehingga media sosial kita akan tersaring, yang negatif semakin kecil. Orang ahli di bidangnya mereka akan bicara di media sesuai bidangnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 194 tumpeng dikirab menuju puncak Gunung Tidar dalam Merti 2026 yang mengangkat pesan spiritual, budaya, dan pelestarian lingkungan.
Lima remaja SMP dan SMK diamankan warga di Karangnongko, Klaten. Mereka diduga hendak nglitih dan kedapatan membawa stik golf serta selang.
Polisi mendalami motif penyerangan tiga jemaah Masjid Darul Ma’arif di Duren Sawit. Sejumlah senjata tajam dan tabung gas ditemukan.
Program Gentengisasi meluncurkan pengiriman 2,4 juta genteng Jatiwangi. Sugiono menyebut program ini berpotensi menggerakkan UMKM dan membuka lapangan kerja.
Lima mahasiswa UGM asal Banyumas mengolah limbah jerami menjadi hard carbon untuk material anoda baterai ion natrium.
Napoli menahan Lazio 1-1 di Liga Italia 2026/2027. Hasil ini memutus lima kemenangan beruntun Lazio, tetapi mereka tetap di puncak klasemen.