Sikap Ikatan Senat Mahasiswa Hukum DIY Terkait Kejahatan Jalanan & Intoleransi di DIY

Sunartono
Sunartono Selasa, 04 April 2023 06:47 WIB
Sikap Ikatan Senat Mahasiswa Hukum DIY Terkait Kejahatan Jalanan & Intoleransi di DIY

Diskusi mahasiswa terkait keamanan dan ketertiban, Senin (3/4/2023). /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Pembahasan terkait isu kejahatan jalanan dan intoleransi di DIY mengemuka dalam diskusi publik yang digelar Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (Ismahi) DIY. Aktivitas mahasiswa didorong untuk berkontribusi terhadap upaya menciptakan kamtibmas dengan tetap mengedepankan nalar kritisnya.

Sebagaimana diketahui berbagai peristiwa yang terjadi di DIY sering berkembang menjadi isu nasional. Di antaranya kasus kejahatan jalanan, intoleransi hingga respon adanya produk baru kebijakan pemerintah seperti di sahkanya Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

BACA JUGA : Sultan Jogja soal Kejahatan Jalanan: Orang Tua Harus

“Permasalahan yang tampak sampai saat ini adalah masih maraknya aksi kejahatan, aksi intoleransi dan bentuk aksi lain yang terjadi khususnya di wilayah DIY tentunya mengganggu stabilitas kamtibmas,” kata Koordinator Wilayah Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia Egidius Ronikung, Senin (3/4/2023).

Ia menilai mahasiswa harus berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya menciptakan suasana kondusif kamtibmas di wilayah DIY khususnya dan nasional umumnya.  Terutama pada tahun ini memasuki tahun politik menjelang di gelarnya pesta demokrasi seluruh rakyat Indonesia dalam Pemilihan Umum 2024.

"Kami menghimbau kepada kawan-kawan aktivis mahasiswa yang menjadi stakeholder di kampusnya masing-masing agar bisa dan mau ikut berperan aktif mengajak mahasiswa di kampusnya di wilayahnya sendiri. Termasuk membantu memberikan masukan untuk mengatasi segala persoalan yang ada," ujarnya.

BACA JUGA : Dispar DIY Tanggapi Kejahatan Jalanan yang Kembali Muncul

Peran aktif mahasiswa bisa dengan secara masif menjalin sinergitas dengan semua lini terutama apparat penegak hukum dalam menanggulangi dan memutus rantai aksi kejahatan serta penyebaran paham radikal yang mengarah pada aksi intoleransi. Mahasiswa juga harus lebih mengutamakan kajian akademik dalam menyikapi produk baru dari kebijakan pemerintah.

“Kami mendukung dalam rangka penegakan hukum terhadap semua pelaku kejahatan yang ada di wilayah DIY agar ada efek jera terhadap pelakunya,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online