Jadwal Sekaten Solo 2026, Ini Rangkaian Miyos Gangsa hingga Grebeg
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Ilustrasi orang tua membacakan buku dongeng kepada anak-anak usia dini./Ist-Hmpaudi DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Membacakan dongeng untuk anak bisa menjadi pengantar tidur atau sekadar hiburan bagi anak dan orang tua. Tidak mesti saat anak sudah pandai berbicara, membacakan dongeng sejak buah hati masih dalam kandungan ternyata banyak manfaatnya.
Salah satunya ialah menambah kosakata anak setiap kali si kecil mendengarnya meski belum mengerti kata-kata dari ayah-ibunya, sekaligus membantu menstimulasi kemampuan mendengar dan berbicara anak.
Lebih lengkap simak rangkuman berikut terkait manfaat membacakan dongeng untuk anak.
Beragam dongeng menyajikan kisah bahagia, sedih, sakit, kesulitan, hingga kebencian sekalipun. Ketika anak merasa terhubung dengan karakter dongeng nantinya si kecil mulai memahami setiap emosi yang ada sekaligus belajar perbedaan antara karakter positif dan karakter negatif.
Baca juga: Angka Kunjungan di Desa Wisata Kulonprogo Meningkat Ketika Libur Lebaran
Seraya membacakan dongeng apalagi dipenuhi gambar visual akan memicu imajinasi anak entah itu karakter, tempat, objek, atau alur cerita sehingga menumbuhkan pikiran kreatif atau rasa ingin tahu. Seorang anak yang rutin dibacakan dongeng turut meningkatkan keinginan anak untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya.
Saat atau usai membacakan dongeng orang tua juga dapat memberikan pertanyaan seputar peristiwa apa saja dari dongeng yang dibacakan atau menceritakan ulang dongeng secara singkat, dengan demikian dapat melatih memori serta konsentrasi anak.
Selain itu melalui dongeng anak akan belajar menyelesaikan masalah atau dari kesalahan para karakter berdasarkan cerita yang ia dengar, secara tak langsung anak mampu berpikir kritis dan mendorongnya untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
Setiap kisah selalu ada nilai moral di dalamnya hal ini ialah salah satu cara terbaik untuk mengajarkan anak nilai moral kehidupan dan etika sosial, sebab anak mendapatkan gambaran kehidupan sehari-hari melalui dongeng yang dibacakan, misal norma sopan santun seperti cara menghormati orang yang lebih tua.
Tak jarang jika terdapat perbedaan budaya dalam dongeng anak pun perlahan belajar untuk memahami perbedaan serta menghargai budaya yang berbeda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.
OJK mengkaji dampak penutupan 833 dapur SPPG terhadap kredit perbankan, termasuk jumlah SPPG yang mendapat pembiayaan bank.