Belanda Pulangkan 30.190 Koleksi Dubois dan 20 Benda Budaya
Indonesia memulangkan 30.190 koleksi Dubois dan 20 benda budaya dari Belanda, termasuk temuan Homo erectus dan artefak bersejarah.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga memberikan sambutan sata perempuan Pesantren Perempuan Cinta Anak, Rabu (17/5/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga meresmikan program Pesantren Perempuan Cinta Anak di Madrasah Muallimat Muhammadiyah Jogja, Rabu (17/5/2023). Bintang menyampaikan harapan agar pesantren berperan aktif dalam mencegah kekerasan terhadap anak.
Salah satu alasan pesantren memilik peran vital dalam mencegah kekerasan anak adalah adanya materi keagamaan yang lebih mendapat dan memberikan pengaruh positif signifikan terhadap anak. Sehingga pesantren bisa menjadi model lembaga pendidikan yang dapat mengupayakan pencegahan tindak kekerasan pada anak.
BACA JUGA : Anak-Anak di Jogja Jadi Pekerja Seks dan Tak Dibayar
“Pesantren memiliki posisi strategis. Jumlah pesantren di seluruh Indonesia mencapai 36 ribu dengan 3,4 juta santri aktif dan 370 ribu pengajar, baik kiai, ustaz. Dengan demikian pesantren memiliki pengaruh kuat dalam disiplin dan pola asuh,” katanya di Jogja, Rabu.
Kementerian PPPA memiliki perhatian khusus untuk mendorong terbentuknya pesantren serta madrasah ramah anak dan menyenangkan bagi pertumbuhan anak dalam melewati masa-masa remaja. Dengan demikian anak dapat meningkatkan prestasi jauh lebih baik lagi dalam belajar maupun aspek kemampuan lainnya.
“Oleh karena itu kami sangat mendukung dan mengapresiasi inisiatif Madrasah Muallimat Muhammadiyah membentuk Pesantren Perempuan Cinta Anak sebagai turunan dari program Pimpinan Pusat 'Aisyiyah,” ucapnya.
BACA JUGA : 34 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terjadi di Jogja
Ia berharap pola asuh serta pendidikan anak yang berlangsung dengan baik di Pesantren dan Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta mampu menginspirasi pesantren lain di Tanah Air. Maraknya informasi terkait kasus kekerasan seksual terhadap anak yang muncul akhir-akhir ini, menurut dia, menunjukkan masyarakat mulai memiliki kesadaran terhadap segala bentuk tindakan yang mengarah pada kekerasan atau perlakuan salah pada anak.
"Isu perempuan dan anak ini sangat kompleks dan multisektoral, tidak hanya bisa ditangani oleh pemerintah. Perlu sinergi kerja sama baik dengan tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Indonesia memulangkan 30.190 koleksi Dubois dan 20 benda budaya dari Belanda, termasuk temuan Homo erectus dan artefak bersejarah.
Banjir bandang di Distrik Gorkha, Nepal, menghanyutkan 35–40 rumah dan sejumlah jembatan. Helikopter dikerahkan untuk evakuasi dan bantuan.
MotoGP Mandalika 2026 menarik lebih dari 157.000 penonton. Erick Thohir optimistis target perputaran uang Rp5 triliun dapat tercapai.
Polrestabes Semarang menyelidiki kematian pelajar SMP berusia 16 tahun yang ditemukan dengan luka di kepala. Polisi memeriksa saksi dan CCTV.
Sleman memetakan titik kritis saluran air, membersihkan drainase, dan menyiapkan pengerukan sedimentasi untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan.
Kustomfest 2026 bertema High Octane di JEC Yogyakarta berupaya membangkitkan industri otomotif kustom melalui pameran, kolaborasi, dan kreativitas pelaku indust