Meriah, Pesepeda dari Berbagai Daerah Meriahkan Parade KLIC Fest 2026
Peserta berkeliling kawasan candi berlanjut ke sejumlah desa di Kecamatan Prambanan. Peserta berasal dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali hingga Sulawesi
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Seminar Nasional Literasi dan Keberadaban di Era Digital, di Ruang Seminar Perpustakaan UGM, Kamis (25/5/2023). Ist
JOGJA—Tantangan teknologi yang terus berkembang harus direspon cepat oleh pustakawan. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, membaca buku konvensional yang kini mulai ditinggalkan harus disiasati dengan inovasi.
Hal itu disampaikan Ganjar pada Seminar Nasional Literasi dan Keberadaban di Era Digital, di Ruang Seminar Perpustakaan UGM, Kamis (25/5/2023). Hadir pula Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto sebagai pemerhati sosial, dan Ismail Fahmi sebagai Founder Drone Emprit dan PT Media Kernels Indonesia.
Ganjar menuturkan, saat ini terjadi perubahan perilaku akibat pandemi. Di mana orang lebih lama menghabiskan waktunya dengan gawai hingga 1-5 jam dalam sehari. "Para pustakawan ini rasa-rasanya mereka punya tanggungjawab di tengah dunia digital bagaimana kita bisa meningkatkan literasi,” ucapnya.
Ganjar mengatakan, saat ini tak bisa dipungkiri buku konvensional mulai ditinggalkan. Kemajuan teknologi membuat orang beralih membaca lewat e-book.
“Itu menjadi tantangan karena makin sedikit orang yang suka membaca. Maka sekarang e-book umpama, mesti jauh lebih banyak dan yang konvensional mesti di e-book kan,” ujarnya.
Membiasakan budaya baca sejak dini juga mesti disadari oleh orangtua sebagai hal yang wajib. Kendati begitu, pustakawan mau tidak mau mengamini tantangan digital yang harus direspon dengan inovasi.
“Buku-buku didigitalisasi terus kemudian warga masyarakat termasuk anak-anak bisa kita dorong untuk meningkatkan literasinya dan kemudian ada edukasinya,” ucap Ganjar.
Ganjar pun sepakat dengan pendapat Sabrang, di mana dunia digital saat ini membuat masyarakat lebih mudah mengakses dan menerima informasi. Di mana tanpa pengetahuan yang cukup, akan menjadi bias.
“Situasi global yang berubah sangat cepat itu membuat kita punya potensi ketinggalan kalau kita tidak bisa mengejar. Maka, semua daya upaya mesti kita lakukan, karena kita mesti adaptif pada kondisi ini dan kita mesti cepat, karena teknologi juga berkembang dengan sangat cepat. Sehingga literasi warga negara Indonesia naik,” tandasnya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peserta berkeliling kawasan candi berlanjut ke sejumlah desa di Kecamatan Prambanan. Peserta berasal dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali hingga Sulawesi
Safety Riding Short Movie Contest 2026 resmi dibuka. Yayasan AHM ajak Gen Z kampanyekan keselamatan berkendara lewat video kreatif.
Pemkot Jogja melarang penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban Iduladha 2026 demi menekan sampah di Kota Jogja.
KY meloloskan 42 kandidat hakim MA 2026 ke tahap kesehatan dan kepribadian. Publik diminta ikut mengawasi rekam jejak peserta.
Kemenag Sleman memetakan 1.039 lokasi Salat Iduladha 2026. Ngemplak terbanyak, Moyudan jadi wilayah dengan jemaah terpadat.
Bank Jateng dukung Rakernas ADPLK 2026 untuk memperkuat industri DPLK yang modern, inovatif, dan berintegritas.