Nadeo Argawinata Belum Pernah Menang Lawan Vietnam, Kebobolan 9 Gol
Rekor Nadeo Argawinata melawan Vietnam kembali memburuk usai Indonesia kalah 0-3 di Piala AFF 2026. Berikut statistik lengkapnya.
Pelaksanaan sosialisasi perda Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa yang juga diisi dengan metode baca aksara Jawa dengan Cara Ngapak. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Pegiat Bahasa Aksara Jawa Ahmad Fikri menyatakan Bahasa Jawa terutama materi aksara Jawa menjadi hal yang menakutkan di kalangan siswa. Hampir Sebagian besar siswa tidak mampu membaca aksara Jawa dengan baik.
Oleh karena itu ia menciptakan sebuah metode cara membaca aksara Jawa dengan mudah yaitu Cara Ngapak. Metode ini bukanlah membaca dengan menggunakan logat banyumasan. Maksud dari Cara Ngapak adalah lima huruf aksara Jawa yaitu Ca, Ra, Nga, Pa, dan Ka kemudian disingkap menjadi Cara Ngapak.
BACA JUGA : Jogja, Ujung Tombak Memasifkan Aksara Jawa
“Sebenarnya yang menjadi kendala saat memperlajari aksara Jawa itu di metode, karena dari dulu sifatnya hanya hafalan. Kami suguhkan tidak perlu menghafal,” katanya dalam Sosialisasi Perda DIY No.2/2021 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa di SMP Maarif Gamping Sleman.
Salah satu contohnya dengan memulai dari aksara Ca yang bentuknya memiliki simpul di bagian kiri bawah dan suduh lancip ke dalam bagian atas kanan. Hanya dengan memainkan bentuk aksara Ca ini secara otomatis dapat menghafal aksara lain.
Misalnya Ca bisa menghasilkan hafalan bentuk aksara Sa karena menghilangkan sudut lancip bagian atas, kemudian jika Ca dibalik akan menjadi aksara Da. Begitu juga ketika Ca dihilangkan simpulnya bisa menjadi Wa dan Ca bisa berubah menjadi Dha dengan mengilangkan simpul di bawah lalu menggantinya dengan gerigi di bagian tengah.
Penemu metode Cara Ngapak ini menegaskan metode itu terbukti efektif dengan cepat pelajar di beberapa sekolah yang menerapkan dapat membaca aksara Jawa. Metode ini sudah teruji serta memperoleh penghargaan terbaik pada ajang olimpade siswa tingkat nasional. Menurutnya seseorang yang mahir baca tulis aksara Jawa dengan sendirinya akan mudah membaca maupun memahami naskah kuno yang ditulis dengan aksara Kawi.
BACA JUGA : Unggahan Medsos Bakal Bisa Pakai Aksara Jawa
“Hanya dengan mengingat lima aksara Jawa ini, maka bisa mengingat semuanya [20 aksara Jawa], prinsipnya tidak dihafal tetapi dipahami metodenya,” katanya.
Anggota Komisi D DPRD DIY Syukron Arif Muttaqin mengapresiasi metode tersebut. Harapannya dapat memudahkan pelajar dan masyarakat dalam membaca aksara Jawa. Saat ini DIY sudah memiliki Perda Pemeliharaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa. Oleh karena itu ke depan Bahasa dan aksara Jawa akan memiliki peran penting di berbagai institusi pemerintahan dan masyarakat.
“Harapan kami bisa diterapkan bahwa Bahasa dan aksara Jaw aini menjadi syarat seperti ketika pejabat akan naik pangkat dan sejenisnya, karena ini sejalan dengan keistimewaan DIY,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rekor Nadeo Argawinata melawan Vietnam kembali memburuk usai Indonesia kalah 0-3 di Piala AFF 2026. Berikut statistik lengkapnya.
Pemkab Temanggung memperkuat kapasitas relawan kebencanaan melalui pelatihan yang menitikberatkan mitigasi dan manajemen pascabencana.
DPRD Kota Jogja mematangkan Raperda Pembinaan Ideologi Pancasila dan Pendidikan Wawasan Kebangsaan melalui koordinasi lintas instansi.
Cari ide lomba 17 Agustus 2026? Simak 30 permainan simpel, seru, dan hemat biaya untuk anak, remaja, hingga orang dewasa.
Kejagung menyebut Febrie Adriansyah masih menerima 50% gaji pokok setelah dinonaktifkan sementara sebagai jaksa dan menjadi tersangka.
Sensus Ekonomi 2026 di Kota Jogja telah mencapai 71 persen. BPS optimistis pendataan selesai pada 31 Agustus 2026.