Info Update Stok Darah di PMI DIY Kamis 14 September 2023
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi update jumlah stok darah di DIY, berikut ini informasi dari PMI DIY yang diterima Harianjogja.com
Museum Dewantara Kirti Griya di Jalan Taman Siswa no.31 Kota Jogja./Wikipedia
Harianjogja.com, JOGJA—Tawuran yang terjadi di Jalan Taman Siswa Minggu (4/6/2023) malam membuat sejumlah koleksi Museum Dewantara Kirti Griya rusak. Pengelola akhirnya menutup sementara museum peninggakan Ki Hadjar Dewantara tersebut pasca tawuran dua kelompok massa.
"Sehubungan terjadinya kerusuhan di lingkungan perguruan Tamansiswa semalam, dan saat ini masih dalam keadaan siaga 1 oleh apparat kepolisian dan untuk keperluan identifikasi TKP, maka kegiatan layanan di museum dan perpusatakaan Tamansiswa ditutup sementara sampai menunggu waktu selesainya identifikasi dan recoverisasi," tulis pengumuman dari pengelola Museum Dewantara, Senin (5/6/2023).
Kepala Museum Dewantara, Murwanto mengungkapkan imbas tawuran dua kelompok telah membuat rusaknya beberapa fasilitas dan benda bersejarah peninggalan Ki Hadjar Dewantara. Selain itu, beberapa fasilitas yang ada seperti taman, pot bunga, meja dan kursi serta beberapa fasilitas lainnya rusak.
"Ya kita tutup sementara ini, masih menunggu koordinasi dengan pihak kepolisian," katanya.
Baca juga: Peninggalan Ki Hajar Dewantara Dirusak Massa Tawuran, Begini Respons Sultan Jogja
Museum Dewantara Kirti Griya merupakan museum peninggalan Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara yang terletak di kompleks Majelis Luhur Tamansiswa di Jalan Taman Siswa no. 31 Yogyakarta.
Di museum ini terdapat lebih dari 3.000 koleksi Ki Hadjar Dewantara semasa hidupnya. Di antaranya, perabot rumah tangga, naskah, foto, koran, buku, majalah dan surat-surat.
Dilansir dari website Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Ki Hadjar Dewantara menginginkan tanah bekas tempat tinggalnya dijadikan sebuah museum.
Bangunan dan tanah Museum Dewantara Kirti Griya sebelumnya dimiliki oleh wanita penguasa tanah perkebunan Belanda. Tanah seluas 5.594 meter persegi tersebut kemudian dibeli oleh Ki Hadjar Dewantara, Ki Sudarminto, dan Ki Supratolo pada 14 Agustus 1934 dengan biaya sebesar 3.000 Gulden.
Bangunan ini kemudian difungsikan sebagai kompleks perguruan Taman Siswa sekaligus tempat tinggal Ki Hadjar Dewantara setelah dihibahkan kepada Yayasan Persatuan Tamansiswa pada tanggal 18 Agustus 1951.
Pada 3 November 1957, Ki Hadjar Dewantara berpindah tempat tinggal di Jalan Kusumanegara no. 31 yang diberi nama Padepokan Ki Hadjar Dewantara.
Museum Dewantara Kirti Griya diresmikan pada tanggal 2 Mei 1970 oleh Nyi Hadjar Dewantara. Museum Dewantara Kirti Griya juga merupakan tempat berdirinya Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi update jumlah stok darah di DIY, berikut ini informasi dari PMI DIY yang diterima Harianjogja.com
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.