Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Babon Aniem di Kotabaru/Instagram @jogjaku
Harianjogja.com, JOGJA—Para pengguna jalan yang melintas di F.M. Noto Kotabaru bisa jadi penasaran dengan sebuah bangunan unik yang berdiri di tengah jalan. Bangunan tersebut adalah Babon Aniem yang merupakan gardu listrik peninggalan Belanda.
Untuk diketahui, Jalan F.M. Noto adalah nama sebuah jalan di Kotabaru yang membentang di sebelah barat daya SMAN 3 Yogyakarta.
Seperti yang ditayangkan akun Instagram @jogjaku belum lama ini, Babon Aniem tampak megah berdiri di tengah taman yang ada di jalan tersebut. Ukurannya tidak terlalu besar namun memiliki atap tinggi menyerupai rumah.
Bangunan berbentuk persegi itu dipercantik dengan lukisan mural yang menghiasi dindingnya.
Namun apa sebenarnya Babon Aniem tersebut? Melansir dari website Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Kota Jogja, bangunan ini merupakan gardu listrik dari jaringan listrik yang ada di Kotabaru. Aniem sendiri adalah Algemene Nederlandsch Indische Electrisch Maatscapij yang merupakan perusahan penyedia listrik swasta yang ada di Hindia Belanda.
Aniem mulai membangun jaringan lsitrik di Yogyakarta pada 1914. Kotabaru sebagai salah satu kawasan hunian penting bagi masyarakat Eropa kala itu mendapatkan prioritas pembangunan jaringan listrik tersebut. Selain listrik, kawasan Kotabaru juga telah dilengkapi dengan saluran pipa air bersih, jaringan telepon, dan saluran drainage yang memadai.
Baca juga: Mengenal Museum Dewantara, Museum yang Koleksinya Dirusak Massa Tawuran
Babon Aniem Kotabaru dibangun sekitar tahun 1918 dan berfungsi sebagai pengatur dan pembagi daya listrik di kawasan Kotabaru. Di seluruh Kota Jogja tersisa 3 buah Babon Anieam yang masih berdiri dan bisa dilihat, yaitu Babon Aniem Kotabaru, Babon Aniem di depan Taman Parkir Abu Bakar Ali, dan Babon Aniem di Pasar Kota Gede.
Aniem mendapatkan konsensus untuk menyediakan listrik di Jogja pada 1914. Dibutuhkan waktu 5 tahun untuk membangun jaringan listrik di kota pelajar ini. Kawasan awal yang mendapatkan pasokan listrik adalah wilayah njero benteng, Loji Gede, Loji Cilik, Malioboro, hingga Kotabaru.
Daya listrik yang mengalir di Kota Jogja berasal dari pembangkit yang ada di Tuntang, Semarang. Pemerintah Kolonial Belanda mulai membangun jaringan listrik dari Semarang ke Jogja sejak 1904 dan baru selesai pada 1918. Pada tahun 1919 terjadi peningkatan permintaan sambungan listrik di Jogja yang membuat Aniem memutuskan untuk membangun pembangkit listrik tenaga diesel. Pembangkit listrik tenaga diesel tersebut selesai dibangun pada 1922.
Hingga 1939 hampir seluruh wilayah Kota Jogja mulai dari Pingit hingga Wirobrajan telah teraliri listrik. Listrik tidak hanya mengalir di wilayah-wilayah pemukiman, namun juga mengalir untuk kepentingan penerangan jalan umum. Jalan-jalan besar mulai menggunakan penerangan tenaga listrik yang biayanya ditanggung oleh Keraton.
Itulah penjelasan seputar bangunan Babon Aniem peninggalan Belanda di Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.