Dikukuhkan Guru Besar, Eks Ketua KY Usul Model Penyelesaian HAM Berat
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.
UMY menyiapkan sarapan pagi untuk mahasiswa dengan gaya ramah lingkungan. /Istimewa-UMY.
Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melaunching program Serasa Masa (Selasa Sarapan Bersama Mahasiswa) yang bertempat di Cafetaria Muda Mendunia pada Selasa (20/6/2023). Kegiatan ini juga merupakan penyiapan makanan bagi mahasiswa dengan konsep ramah lingkungan untuk menerapkan gaya hidup ecofriendly dan go green.
Rektor UMY, Profesor Gunawan Budiyanto berharap program itu merupakan bagian tak terpisahkan dari gerakan Kembali ke alam. Oleh karena itu selain untuk mendukung kampanye hidup sehat dan ramah lingkungan, program Serasa Masa untuk menggalakkan program Green Campus.
“Mulai dari bahan makanan yang digunakan, bungkus makanan yang dapat didaur ulang hingga konsep kehidupan ramah lingkungan akan selalu kita terapkan,” katanya.
BACA JUGA : Program Kamtibmas Gunungkidul, Jaga Warga Berperan Vital
Ia mengatakan ke depan Serasa Masa juga akan dihadiri oleh dosen-dosen UMY. Tujuannya untuk menciptakan hubungan dan karakter yang baik antara dosen dan mahasiswa. Kehadiran dosen diharapkan dapat membentuk karakter dan hubungan yang baik antara dosen dan mahasiswa, sehingga terjadi interaksi bersama yang bermanfaat di luar jam kelas.
“Karena karakter memiliki peranan yang besar dalam perkembangan karir seseorang ke depannya,” jelasnya.
Kepala Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) UMY Rifki Febriansyah mengatakan Serasa Masa merupakan kampanye untuk mendukung gaya hidup ecofriendly bagi civitas akademika UMY. Makanan yang disediakan pun dengan konsep ramah lingkungan, antara lain memakai daun pisang. “Bekas bungkusan ini akan didaur ulang menjadi kompos, yang nantinya akan digunakan untuk tumbuhan dan tanaman di lingkungan UMY,” ungkapnya.
Menu yang disiapkan dalam sarapan itu sebanyat 350 porsi sarapan untuk dibagikan kepada mahasiswa, yang terlihat memiliki antusiasme yang tinggi terhadap program baru ini. “Namun, mahasiswa UMY sangat antusias terhadap program sarapan ini. Maka dari itu, kami menambah 450 porsi sarapan,” katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar
Bek Persib Bandung Frans Putros masuk skuad sementara Irak untuk Piala Dunia 2026 dan berpeluang mencetak sejarah bagi Liga Indonesia.
Rumah di Panggungharjo Bantul terbakar dini hari diduga korsleting listrik, kerugian sekitar Rp20 juta
AAP rilis panduan baru: waktu istirahat sekolah wajib dilindungi sebagai kebutuhan dasar anak, bukan kemewahan. Simak manfaat medisnya di sini.
Satgas PPKS UPNVY selidiki dugaan kekerasan seksual yang viral di media sosial dengan komitmen perlindungan korban dan investigasi objektif.