BEI Hapus Batas Rp50, Saham GOTO Bisa Turun ke Rp1
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
Ilustrasi lulus perguran tinggi/telegraph.co.uk
Harianjogja.com, JAKARTA—Beragam jurusan kuliah seputar ilmu pengetahuan sosial (IPS) banyak ditawarkan. Namun tidak sedikit di antaranya yang jarang diminati padahal cukup menjanjikan untuk prospek kerja pada masa depan.
Mengutip Bisnis.com-jaringan Harianjogja.com dari situs Bintang Pelajar, berikut ini delapan jurusan IPS yang sepi peminat tetapi cukup menjanjikan untuk kerja nantinya:
Jurusan kuliah IPS yang jarang diminati antara lain Administrasi Fiskal. Prospek kerja dari jurusan yang satu ini cukup menjanjikan.
Di jurusan ini, mahasiswa akan mempelajari banyak hal, mulai dari dasar-dasar perpajakan, kebijakan fiskal, tata kelola aset negara, dan masih banyak lagi.
Jurusan Arkeologi mempelajari tentang kebudayaan manusia pada masa lampau dan masa kini, melalui suatu kajian yang berdasarkan pada data-data dan juga benda peninggalan yang ditemukan.
Baca juga: Jalur Zonasi Memicu Masalah, Disdikpora DIY: Nanti Kami Koordinasi dengan Disdukcapil
Bagi yang suka mata pelajaran Sejarah, pasti mata kuliah yang diajarkan di jurusan Arkeologi ini akan sangat menyenangkan.
Jurusan Kriminologi merupakan jurusan yang akan mempelajari teori dan praktik yang berhubungan dengan kriminalitas dalam lingkup nasional ataupun internasional.
Untuk saat ini, hanya ada tiga perguruan tinggi negeri di Indonesia yang menyediakan jurusan Kriminologi, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Islam Riau, dan juga Universitas Budi Luhur.
Berikutnya ada Ilmu Sejarah. Mungkin, bagi orang-orang yang belum paham tentang jurusan ini akan beranggapan hanya mempelajari masa lalu atau sejarah saja.
Selain itu, prospek kerjanya hanya sebagai sejarawan saja. Padahal, di jurusan ini Anda akan mempelajari sejarah dari berbagai aspek, mulai dari politik, ekonomi, budaya, militer, geografi, dan juga maritim.
Jurusan kuliah IPS yang jarang diminati tapi menjanjikan berikutnya yaitu program studi Aktuaria.
Aktuaria merupakan sebuah bidang ilmu yang menerapkan metode matematika dengan ilmu statistika yang bertujuan untuk menganalisis dan meminimalisir terjadinya risiko yang mungkin terjadi di dunia asuransi dan keuangan.
Jurusan kuliah IPS ini memang masih memiliki peminat yang sedikit, sebab mungkin masih banyak orang belum familiar dengan program studi ini, atau bahkan dianggap tidak keren dibanding dengan program studi yang lain.
Saat ini, Ekonomi Kreatif menjadi salah satu hal yang sangat berpengaruh untuk dapat mendukung ekonomi mikro di suatu wilayah.
Apabila Anda mengambil jurusan Ekonomi Kreatif, Anda bisa mengembangkan ekonomi kreatif di suatu wilayah supaya bisa membantu perkembangan ekonomi negara Indonesia.
Jurusan yang satu ini mungkin masih terbilang baru sehingga belum banyak orang yang mengetahui bahkan berminat. Padahal, Bisnis Digital menjadi salah satu jurusan yang mulai berkembang dan sedang banyak dibutuhkan perusahaan-perusahaan digital.
Program studi ini mempelajari dan mengembangkan pemikiran serta metode untuk dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Setelah lulus, Anda bisa menjadi seorang corporate social responsibility officer, Manajer Layanan Sosial dan Komunikasi, atau bekerja di suatu industri sosial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
DPRD DIY menyoroti perubahan data desil yang menjadi basis sejumlah kebijakan, termasuk bantuan sosial dan kepesertaan BPJS.
Pemkot Jogja mendorong koperasi mengembangkan sektor riil melalui SiKepo agar usaha anggota dan koperasi terintegrasi serta lebih produktif.
Lima tokoh disebut masuk bursa Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, pengalaman, dan gagasan para kandidat dalam Muktamar ke-35 NU.
YOT VI di GOR UNY diikuti 5.200 karateka. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet usia dini hingga kompetisi tingkat internasional.
Tiga karya budaya Sleman resmi ditetapkan sebagai WBTb nasional 2025, yakni Reog Keprajuritan, Sruntul, dan Bebek Bacem Nglengis.