UGM Kembangkan Chatbot Lintang, Dilengkapi Fitur untuk Identifikasi Kesehatan Mental

Lugas Subarkah
Lugas Subarkah Kamis, 27 Juli 2023 04:57 WIB
UGM Kembangkan Chatbot Lintang, Dilengkapi Fitur untuk Identifikasi Kesehatan Mental

Logo UGM./JIBI

Harianjogja.com, SLEMAN—UGM mengembangkan platform kesehatan mental bernama ChatBot Lintang. Platform ini memfasilitasi seluruh sivitas akademika untuk mengomunikasikan pesan terkait kesehatan mental dan kekerasan.

Ketua tim pengembang ChatBox Lintang, Fatwa Sari Tetra Dewi, menjelaskan ChatBot Lintang menjadi saluran untuk memfasilitasi komunikasi antar individu. “LintangBot ini dikembangkang dengan kecerdasan buatan sehingga mampu merespons kata-kata kunci terkait gejala stres maupun kecemasan,” katanya, Rabu (26/7/2023).

BACA JUGA : Posyandu di Sleman Diminta Memantau Kesehatan Jiwa

Pengembangan ChatBot Lintang ini berawal dari keprihatinan terhadap persoalan yang banyak dialami oleh mahasiswa terutama soal kesehatan mental dan kekerasan. Beragam persoalan seperti stres, kecemasan, depresi, dan kasus kekerasan lainnya seringkali mempengaruhi kesejahteraan mental dan akademik mahasiswa.

Namun, seringkali mahasiswa menghadapi kesulitan dalam menemukan media percakapan yang aman dan nyaman untuk berbagi pengalaman, mencari dukungan, dan menemukan solusi yang sesuai. Maka tercetuslah pengembangan platform ini.

LintangBot dilengkapi dengan sejumlah fitur pendukung, salah satunya fitur swaperiksa untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan mental individu. “Lalu, fitur direktori layanan kesehatan mental untuk pengarahan pengguna agar terhubung dengan professional,” katanya.

Berikutnya, fitur psikoedukasi dan juga dilengkapi tips praktis untuk pengguna. LintangBot dapat diakses melalui tautan https://bot.ugm.ac.id/s/lintangbot oleh seluruh civitas akademika, baik itu dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

ChatBotLintang diluncurkan Rektor UGM, Ova Emilia, bersamaan dengan Seminar Kesehatan Mental di Balai Senat UGM, Rabu (26/7/2023). Kehadiran platform ini diharapkan bisa memberikan ruang komunikasi yang aman. Pasalnya, ruang komunikasi ini dijamin kerahasiaanya serta dapat memberikan perlindungan bagi kesehatan mental dan tindak kekerasan lainnya.

“Tak hanya itu, diharapkan juga bisa membentuk komunitas yang peduli, responsif, dan mengasah empati terhadap permasalahan yang muncul di lingkungan akademis terutama yang berdampak bagi kesehatan mental,” katanya.

BACA JUGA : Atikoh Ganjar Gandeng Women Movement Cegah Stunting dan Mental Disorder

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Wening Udasmoro, menyampaikan keinginan UGM mewujudkan kampus yang sehat, aman dan inklusif tertuang secara jelas dalam rencana strategis (renstra) UGM 2022-2027. Aspek kesehatan mental menjadi salah satu poin yang perlu menjadi perhatian bersama, selain kesehatan secara fisik, sosial, ideologis, maupun spiritual.

Upaya mewujudkan kampus sehat baik mulai promotif, preventif, maupun kuratif terus digalakkan UGM, antara lain dengan pengembangan ChatBot Lintang oleh tim Health Promoting University (HPU) UGM. “ChatBot Lintang diharapkan mampu mendukung upaya UGM dalam mewujudkan kampus sehat bagi seluruh warganya,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online