Jadwal Kereta Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 24 Mei 2026
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Rektor UMY Profesor Gunawan Budiyanto. /Istimewa-UMY.
Harianjogja.com, JOGJA—Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Profesor Gunawan Budiyanto menyoroti pencemaran lingkungan yang seringkali terjadi di tempat pembuangan sampah (TPS). Pemerintah perlu menertibkan masyarakat yang berada di sekitar TPS.
Hal itu disampaikan Gunawan dalam Lokakarya UI GreenMetric (UIGM) Perguruan Tinggi Islam se-Indonesia yang diselenggarakan pada Rabu (26/7/2023) di UMY.
Inovasi dilakukan perguruan tinggi sebagai upaya memperbaiki kualitas lingkungan dan pemenuhan SDGs sudah semakin beragam. Lokakarya UIGM dihadiri berbagai perguruan tinggi Islam se-Indonesia sekaligus menjadi ajang bertukar pikiran para pimpinan perguruan tinggi untuk meningkatkan kontribusi yang dapat diberikan. Salah satu gagasan yang dibahas adalah pengolahan limbah.
BACA JUGA : DLH Sleman Jamin Antisipasi Dampak Lingkungan di Area Pembuangan Sampah Cangkringan
UMY menjadi salah satu universitas yang menitikberatkan pengolahan limbah secara layak dan sesuai. Profesor Gunawan Budiyanto selaku Rektor UMY menilai bahwa pemilahan sampah merupakan hal yang paling sulit karena harus mengubah kultur masyarakat.
“UMY memiliki unit pengolahan sampah yang memiliki tiga proses dalam pengolahannya. Mulai dari pemilahan, pengolahan dan penggunaan kembali. Melalui proses pengolahan, kami dapat mengolah sampah menjadi suatu materi yang dapat dimanfaatkan kembali,” kata Gunawan dalam rilisnya.
Ia menyoroti pencemaran lingkungan yang terjadi di kawasan tempat tinggal masyarakat, yang bersumber dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Pemerintah perlu melakukan penertiban di masyarakat, di mana kawasan sekitar TPS tidak boleh dihuni oleh masyarakat.
“Karena syarat keseluruhan dari luas suatu lahan, hanya empat puluh persen yang dapat digunakan untuk pengolahan sampah. Sisanya, difokuskan untuk penyehatan lingkungan di kawasan tersebut,” ujarnya.
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan hal serupa, dengan mengadakan berbagai program demi mengurangi limbah dan mengolahnya demi pelestarian lingkungan. Profesor Lily Surraya Eka P selaku Direktur SDGs Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengatakan program dan strategi pengolahan limbah terus dikembangkan. Program itu digelar dengan melibatkan mahasiswa sebagai pelaksana, tentu saja di bawah pengawasan dosen pendamping.
“Di prodi Agribisnis, kami mengembangkan pengolahan limbah menjadi kompos yang dapat digunakan untuk tanaman hidroponik. Untuk mengurangi limbah anorganik, kami juga sudah beralih menggunakan e-letters sehingga dapat mengurangi penggunaan kertas untuk keperluan surat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dinilai bisa menjadi jalan bagi SMK untuk keluar dari ketergantungan anggaran dan mulai membiayai pengembangannya sendiri
Polresta Jogja melengkapi berkas kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha dengan 147 saksi dan 13 tersangka.
Pemkab Gunungkidul meminta dispensasi penggunaan solar untuk bus sekolah akibat kenaikan BBM nonsubsidi yang membebani anggaran operasional.
Debarkasi haji di YIA mulai disiapkan menyambut kepulangan jemaah pada 2 Juni 2026 dengan sistem tanpa asrama pertama di Indonesia.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.