UAD Raih Pendanaan Rp7,2 Miliar untuk 84 Judul Penelitian di 2023

Sunartono
Sunartono Kamis, 27 Juli 2023 23:17 WIB
UAD Raih Pendanaan Rp7,2 Miliar untuk 84 Judul Penelitian di 2023

Pelaksanaan penandatanganan sub kontrak penelitian oleh para dosen UAD, Kamis (27/7/2023). /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja meraih pendanaan penelitian dari eksternal kampus dengan nilai Rp7,2 miliar selama 2023. Jumlah itu untuk penelitian sebanyak 84 judul baik yang baru maupun lanjutan.

Kepala LPPM UAD Anton Yudhana menjelaskan total sebanyak 88 judul penelitian dosen UAD pada 2023 ini memperoleh pendanaan dengan total Rp7,2 miliar. Terdiri atas 72 judul penelitian baru dengan nilai Rp5,02 miliar dan 12 judul penelitian lanjutan dengan dana Rp2,2 miliar.

BACA JUGA : Fakultas Kehutanan UGM Luncurkan Unit Penelitian dan Pengembangan Jamur Konsumsi

“Untuk penelitian baru ini ada 174 judul yang diusulkan, dari jumlah itu sebanyak 136 lolos administrasi dan hasilnya 72 judul yang didanai. Dengan demikian persentase lolos pendanaan sebesar 41 persen,” katanya dalam Workshop Pengelolaan Research Group di Suara Muhammadiyah (SM) Tower, Jalan KH Ahmad Dahlan Kota Jogja, Kamis (27/07/2023).

Ia mengatakan jumlah penelitian yang lolos pendanaan terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data pada 2019 tercatat UAD meloloskan 50 judul, kemudian di 2020 45 judul, 2021 22 judul, 2022 sebanyak 41 judul dan di 2023 iini melonjak drasitis di angka 84 judul baru. Anton menargetkan pada 2024 mendatang bisa mengirimkan di atas 250 proposal penelitan.

“Keberadaan kampus UAD di klaster mandiri ini sejalan dengan peningkatan jumlah judul penelitian yang didanai. Kalau di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah, untuk benchmark jumlah Sinta Score, UAD berada di urutan pertama yaitu 34.04 kemudian disusul UMY 33,35,” katanya.

Rektor UAD Muchlas mengatakan dengan adanya peningkatan jumlah penelitian tersebut harapannya menjadikan kampusnya terus berkualitas dan bermartabat. Dengan posisi UAD saat ini berada di klaster mandiri sehingga harus memiliki rencana strategis ke depan di bidang penelitian.

“Kami tentu berharap berbagai judul atau materi penelitian yang dikerjakan ini memberilan manfaat baik bagi duniak akademik menambah khasanah keilmuan maupun bermanfaat bagi masyarakat. Karena kami yakin materi penelitian yang diajukan tentu berlatar belakang melihat persoalan yang terjadi di tengah masyarakat,” katanya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online