Hasil PSIM Jogja vs Madura United: Skor 2-1
PSIM Jogja menang 2-1 atas Madura United di Bantul. Hasil ini membuat Persis Solo masih punya peluang lolos dari degradasi Liga 1.
Pelaksanaan sumpah arsitektur UII, Sabtu (29/7/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Internet of Things (IoT) memungkinkan mendukung perencanaan bangunan pintar dengan memasang berbagai sensor di dinding. Kondisi itu akan semakin membuat nyaman bagi para penghuninya.
Hal itu disampaikan Rektor UII Profesor Fathul Wahid dalam sumpah 19 mahasiswa Program Studi Profesi Arsitek (PPAr) Fakultas Teknik SIpil dan Perencanaan (FTSP) UII di Auditorium FTSP UII pada Sabtu (29/7/2023).
Fathul Wahid mengatakan di era perkembangan teknologi saat ini para arsitek dapat memanfaatkannya untuk mengerjakan dan menghasilkan karya. Ketika mendesin sesuai di berada ujung harus dilakukan sehingga semua utuh jangan sampai puas selesai di ujung ada masalah.
BACA JUGA : Teknologi IoT dari Agree Bantu Budi Daya Petani Serai Wangi
“Internet of things memungkinkan objek fisik bersentuhan dengan internet untuk kemudian menghasilkan data. Ini bagi arsitektur membuka peluang seorang arsitek menciptakan bangunan pintar atau bangunan energi,” katanya.
Ia menambahkan IoT dapat meningkatkan pengalaman bahwa memberikan pengalaman yang lebih interaktif bagi penghuni. IoT ke depan sangat bermanfaat bagi bagi hunian. “Contoh sederhana misalnya kalau kita beli sesuatu diletakkan di kulkas maka kulkas bisa mengingatkan sayurnya sudah tiga hari, itu memungkinkan. Bangunan juga bisa ditambah atau ditambal dnegan sensor yang itu bisa penghuni lebih nyaman ketika dia lupa mematikan peralatan untuk hemat energi kita bisa diingatkan,” ujarnya.
Selain itu arsitektur hijau dan energi terbarukan yang memungkinkan dipasang sensor sehingga bangunan dapat memanfaatkan enegri terbarukan secara maksimal. “Termasuk teknologi augmented reality di mana menjadikan suatu perencanaan seperti bangunan jadi meski baru digambar, sehingga bisa mendeteksi masalah dan kekurangan,” ujarnya.
Ketua PPAr UII Yulianto Purwono Prihatmaji menjelaskan 19 orang yang dinyatakan lulus tersebut telah melalui proses perkuliahan selama sekitar satu tahun dengan menyelesaikan mata kuliah 36 sistem kredit semester (SKS). Mereka berasal dari lulusan S1 Prodi Arsitektur yang tidak hanya dari alumni UII namun dari berbagai kampus di Indonesia.
“Termasuk ada satu mahasiswa dari luar negeri yang juga telah menyelesaikan studi di PPAr UII,” katanya.
Ia memastikan belasan lulusan itu telah teruji dan memiliki kompetensi sebagai seorang arsitek karena telah melalui proses tidak hanya teori namun juga praktik. Dalam perkuliahan mereka ikut serta dalam berbagai proyek sebagai bentuk magang hingga mengikuti berbagai kompetisi perencanaan bangunan.
“Mereka juga belajar tentang manajemen bisnis arsitektur dan pelaksanaan proyek terpadu. Sehingga para lulusan harapan kami tidak hanya bekerja di konsultan besar, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Madura United di Bantul. Hasil ini membuat Persis Solo masih punya peluang lolos dari degradasi Liga 1.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.
Menyapa konsumen setia Honda, Astra Motor Yogyakarta kembali hadir dengan Honda Premium Matic Day (HPMD)
Malta menjadi negara pertama yang bekerja sama dengan OpenAI untuk membagikan ChatGPT Plus gratis kepada seluruh warganya selama setahun.