Dikukuhkan Guru Besar, Eks Ketua KY Usul Model Penyelesaian HAM Berat
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.
Sebanyak 12 mahasiswa UAD akan mengajar sekolah di Thailand dan Filipina. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 12 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD dikirim ke Thailand dan Filipina untuk membantu mengajar pada sekolah di kedua negara tersebut. Pengiriman mahasiswa itu merupakan program Sea Tecaher, kerja sama tahunan bagi anggota Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO).
Dekan FKIP UAD Muhammad Sayuti menjelaskan pengiriman 12 mahasiswa tersebut diharapakan memberikan kesempatan untuk mengajar di luar negeri. Mahasiswa bisa saling bertukar cara mengajar yang efektif serta budaya pembelajaran di negara tujuan.
BACA JUGA : Bramasta Beri SPP Gratis untuk 20 Murid Pendaftar Pertama di SMP 171 Jogja
“Kami berharap mahasiswa bisa menjalankan tugasnya dengan baik, mampu menguasai bahasa, kebetulan untuk Filipina itu sepenuhnya berbahasa Inggris, tetapi saya yakin mahasiswa ini memiliki kemampuan,” katanya saat pelepasan mahasiswa, Sabtu (12/8/2023).
Sebanyak 12 mahasiswa tersebut antara lain berasal dari prodi pendidikan guru sekolah dasar, pendidikan bahasa Inggris, Bimbingan Konseling, Pendidikan Matematika, dan prodi Pendidikan Anak Usia Dini. “Prodi ini kamu menyesuaikan dengan sasaran sekolah yang akan jadi tempat mahasiswa mengajar di sana,” ujarnya.
Kabid Kerja Sama Luar Negeri UAD Ida Puspita menambahkan pada September 2023 mendatang UAD akan menerima tiga mahasiswa dari University of Saint Anthony, enam mahasiswa Iloilo State University untuk belajar di UAD. Semua perguruan tinggi mitra di luar negeri akan melakukan program Sea Teacher tersebut.
BACA JUGA : Banyak Siswa Bawa Lato-Lato ke Sekolah, Ini Tanggapan Dikpora Jogja
“Program ini sejak 2016, kami sudah cukup banyak mengirim mahasiswa untuk mengajar di Thailand dan Filipina,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor