Viral Anak Ayam Jadi Suvenir Pernikahan Rangga dan Nunu Tuai Kritik Warganet
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Tim Tari Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Jogja meraih medali emas dalam International Dance Organization (IDO) World Dance Festival 2023 Korea Selatan. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sekelompok pelajar asal Jogja tepatnya dari Tim Tari Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Jogja berhasil meraih medali emas dalam International Dance Organization (IDO) World Dance Festival 2023 Korea Selatan. Para pelajar ini menjadi salah satu perwakilan Indonesia yang bersaing dengan berbagai negara.
IDO World Dance Festival 2023 dihelat di Korea Selatan yang berlangsung pada 1-8 Agustus 2023. Negara-negara peserta antara lain Amerika Serikat, Rusia, Korea Selatan, Jepang, India, Singapura, Taiwan, Malaysia, USA, Thailand, China, Mongolia, Philipina, Hongkong, Brazil dan Kazakhstan.
BACA JUGA : 73 Persen Anggaran KONI Jogja Dibagikan untuk Prestasi Olahraga
“Siswa kami yang tergabung dalam tim tari berjumlah 12 anak ini berhasil meraih medali emas untuk kategori folk dance. Tentu ini membanggakan karena membawa nama baik Indonesia di mata internasional,” kata Direktur Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Jogja Unik Rasyidah dalam keterangannya, Sabtu (12/8/2023).
Para pelajar itu sukses memukau dewan juri dengan penampilan tari Ratoeh Jaroe yang berasal dari Aceh. Pelajar yang tergabung dalam tim ini antara lain Khanza Adora Janitra Irawan, Hasna Zakiyah, Syahidah Syawaluna, Anindya Kusuma Aditya, Amira Akhsanu Rakhmi, Prameswari Sakya Arzugada, Afra Haifany, Nazila Azimi Al Habib, Althafunnisa Mutiara Ulya, Sabila Putri Nuraeni, Fichryah Manis Yamko dan Irza Putri Najwa.
“Siswa kami punya semangat yang luar biasa, kebetulan tampilnya hampir tengah malam mendapatkan predikat 1st place kategori folk dance dan kemudian mendapatkan gold medal,” katanya.
BACA JUGA : Animo Pendaftar PPDB SMA/SMK Jogja Tinggi, Kurang dari 24 Jam Kuota Dua Sekolah Ini Full
Wakil Direktur III Bidang Kesiswaan Madrasah Mu’allimaat Jogja Amin Hasana menambahkan melalui keterlibatan tim ke kompetisi internasional harapannya dapat mengenalkan kekayaan budaya lokal Indonesia kepada negara lain. Seperti tari yang ditampilkan memiliki kekhasan dari Aceh mampu bersanding dengan tarian dari masing-masing negara peserta, jazz, tap dance hingga ballet.
“Kami memfasilitasi sisswa sesuai minat dan bakatnya dan memberikan kesempatan untuk latihan dengan tim tari yang profesional serta memberikan motivasi bagaimana siswi bisa berkompetisi di luar negeri,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Pilur PAW 2026 digelar serentak di 66 kalurahan di tiga kabupaten DIY. Warga diingatkan menjaga ketertiban dan kerukunan.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.