Kekayaan Charlie Kirk, Tewas Ditembak di Utah Valley University
Charlie Kirk, aktivis konservatif dan pendukung Presiden AS Trump, seorang yang vokal dan pendiri Turning Point USA, ditembak hingga tewas
Ilustrasi anak sedang bermain
Harianjogja.com, JAKARTA—Penyakit dapat menyerang anak dari berbagai faktor, salah satunya dari mainan yang dimainkan sehari-hari.
Padahal, bermain dengan mainan bisa membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Bukan mempertajam kemampuan kognitif, tapi juga menstimulasi perkembangan sensori anak.
Selain meningkatkan kemampuan motorik, bermain dengan mainan juga membantu anak lebih cepat berbicara dan memahami bahasa. Mainan juga memiliki efek penenang pada anak sehingga bisa membantu stimulasi anak yang hiperaktif.
Oleh karena itu, orang tua perlu berhati-hati untuk memilih bahan dasar dari mainan anak-anak, selain dengan menjaga kebersihannya untuk menjaga anak tidak mudah terserang penyakit.
Baca juga: Transaksi Janggal Rp349 Triliun, Mahfud MD: Pemerintah Sudah Bentuk Satgas
Mengutip Cleveland Clinic, untuk menjaga anak tetap bisa bermain dengan aman, orang tua bisa memberikan anak-anak mainan yang tepat untuk mengoptimalkan kemampuan sensorinya. Namun, pastikan produk mainan tersebut terbebas dari kandungan BPA dan PVC.
Sebelum membelikan mainan untuk anak, pastikan orang tua memilih mainan yang terbuat dari bahan yang aman dan bebas racun atau non-toxic. Misalnya dari bahan kayu atau plastik.
Namun, pastikan bahan plastik yang digunakan tidak mengandung bahan berbahaya seperti BPA dan PVC. Pasalnya kedua bahan tersebut bisa menimbulkan berbagai penyakit berikut ini:
Mainan berbahan plastik memang tidak cepat rusak, apalagi ketika digigit oleh si kecil. Namun, menggigit mainan yang mengandung BPA bisa menyebabkan gangguan hormon pada anak.
BPA dapat menyerupai estrogen dan berikatan dengan reseptor di dalam tubuh anak. Hal ini akan menggangu keseimbangan hormon anak dan memicu banyak kerusakan dalam tubuh.
Dalam jurnal Reproductive Toxicology yang berjudul Exposure to Bisphenol A and The Development of Asthma: A Systematic Review of Cohort Studies, menjelaskan bahwa paparan dengan BPA yang terus menerus pada anak dapat menyebabkan mengi yang dan meningkatkan risiko asma pada anak.
Sejumlah studi lain mengungkapkan bahaya lainnya dari kandungan BPA pada kesehatan anak adalah bahwa anak-anak yang lebih sering terpapar kandungan BPA berisiko mengalami obesitas lebih tinggi, daripada anak-anak yang paparan BPAnya lebih rendah.
Oleh karena itu, pilihlah mainan anak yang tepat dan aman untuk kesehatannya agar manfaatnya lebih besar dari bahayanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Charlie Kirk, aktivis konservatif dan pendukung Presiden AS Trump, seorang yang vokal dan pendiri Turning Point USA, ditembak hingga tewas
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.