Budaya Pakewuh dalam Berbisnis Bisa Merugikan Pelaku Usaha
Budaya pakewuh dapat menghambat perkembangan bisnis. Pelaku UMKM didorong bersikap tegas, memanfaatkan pemasaran digital, dan meningkatkan literasi untuk memper
Aktivitas dosen UPN di Kalurahan Bokoharjo, Prambanan, Sleman./Istimewa
SLEMAN—UPN Veteran Yogyakarta sebagai institusi pendidikan selalu berupaya untuk ikut terlibat dalam memberikan sumbangsih kepada masyarakat melalui civitas academica yang dimiliki, di antaranya melalui program pengabdian bagi masyarakat (PbM). Kiprah para dosen dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini salah satunya dilakukan oleh Tim PbM di Kalurahan Bokoharjo, Prambanan, Sleman.
Tim PbM yang terdiri dari Dr. Meilan Sugiarto, M.Si. (dosen Jurusan Administrasi Bisnis FISIP) dan Dr. Machya Astuti Dewi, M.Si, (dosen Jurusan Hubungan Internasional FISIP) berkolaborasi dengan Herry Sofyan,M.Kom dan Sylvert Prian Tahalea, S.Si, M.Cs, (dosen Teknik Informatika FTI) berupaya mengembangkan Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kalurahan Bokoharjo sebagai mitra pengabdian.
Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan Pemerintahan Kalurahan Bokoharjo terhadap masyarakat, terutama berkaitan dengan pelayanan administrasi kependudukan, di mana masyarakat akan lebih mudah dan cepat dalam mengajukan dan memperoleh dokumen adminitrasi kependudukan yang dibutuhkan.
Selama ini, Kalurahan Bokoharjo, dijelaskan oleh Lurah Bokoharjo, Dody Heriyanto,SE, dan Carik Bokoharjo, Muh. Rosyid Akbar sudah menjalankan administrasi kependudukan dengan baik, sudah didukung oleh perangkat komputer tetapi masih bersifat stand alone dan masyarakat masih manual dalam mengajukan permohonan dokumen kependudukan dengan membawa dokumen yang dipersyaratkan dalam bentuk hardcopy.
Masyarakat juga belum bisa memonitor sejauh mana proses dokumen yang diajukan, sehingga harus pergi pulang ke kalurahan. Kondisi tersebut di era trasnformasi digital menjadi tidak efisien.
BACA JUGA: Mahasiswa Fakultas Ekonomi UPN Veteran Yogyakarta Dituntut Jadi Pengusaha Muda
Oleh karena itu, Tim PbM yang di-support oleh LPPM UPN Veteran Yogyakarta dan pamong Kalurahan Bokoharjo berfokus menjembatani kebutuhan tersebut dengan melakukan beberapa tahapan kegiatan mulai merancang sampai dengan membuat Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan berbasis online meliputi perancangan, proses, basis data, struktur menu, dan antarmuka pengguna.
SOP sebagai pedoman pengelolaan aplikasi sistem pelayanan administrasi kependudukan berbasis online juga disusun yang nantinya menjadi pedoman bagi pengguna. Pelatihan dan pendampingan pengelolaan aplikasi Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan online dilakukan untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan pamong Kalurahan Bokoharjo sebagai administrator dan operator internal aplikasi.
Begitu pula dengan bimbingan teknis cara mengakses aplikasi Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan online yang merupakan kegiatan terakhir untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga masyarakat.
Semua kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan dari Kalurahan Bokoharjo dan bermanfaat bagi warganya dan semua pihak yang membutuhkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Budaya pakewuh dapat menghambat perkembangan bisnis. Pelaku UMKM didorong bersikap tegas, memanfaatkan pemasaran digital, dan meningkatkan literasi untuk memper
MotoGP Australia 2026 dibatalkan akibat hujan dan kabut di Phillip Island. Veda Ega Pratama dan Mario Aji gagal tampil setelah Moto3 dan Moto2 dibatalkan.
Wakil Ketua DPRD Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat meminta Pemkot mengoptimalkan kampung wisata budaya agar kunjungan wisatawan lebih merata.
Gempa magnitudo 7,0 mengguncang Kepulauan Ogasawara, Jepang. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.
Sebanyak 93 petani di Mertelu, Gunungkidul, mendapat bantuan sumur bor tenaga surya untuk mendukung pengairan lahan seluas 28 hektare saat kemarau.
Singapura menyebut pengurangan ekspor gas Indonesia kurang dari 2% kebutuhan harian dan menyiapkan pasokan LNG serta cadangan bahan bakar.