Dikukuhkan Guru Besar, Eks Ketua KY Usul Model Penyelesaian HAM Berat
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.
Dekan FKIP UAD Muhammad Sayuti dan Kaprodi PPG UAD Tri Kinasih Handayani saat meninjau stan pameran Gelar Karya Proyek Kepemimpinan II, Senin (18/9/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 239 mahasiswa Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) UAD memerkan hasil karya secara kelompok di Lobi Kampus IV, Senin (18/9/2023). Pameran tersebut bertajuk Gelar Karya Proyek Kepemimpinan II yang seluruhnya merupakan mahasiswa PPG Prajabatan Helombang 2 tahun 2023.
Kaprodi PPG UAD Tri Kinasih Handayani mengatakan merupakan kegiatan setiap tahun digelar yang mengambil mata kuliah proyek kepemimpinan II saat ini diikuti 18 kelompok mahasiswa dari Bimbingan Konseling, 7 kelompok dari mahasiswa Pendidikan Fisika, 10 kelompok dari Pendidikan Bahasa Inggris. Mereka menggelar karya terbaik untuk dipamerkan kemudian dinilai secara langsung.
BACA JUGA : Pendaftaran Pendidikan Profesi Guru Prajabatan Dibuka, Ini Link dan Syaratnya
"Jumlah mahasiswa total 239 orang, dibagi menjadi 35 kelompok gelar karya. Semoga apa yang mahasiswa sampaikan bisa menginspirasi dari karya inovatif yang dihasilkan mahasiswa PPG Prajabatan,” katanya.
Ratusan mahasiswa tersebut sebelumnya telah menuntaskan program sarjana dan saat ini dalam proses pendidikan mengambil PPG melalui skema beasiswa dari Kemendikbud. Ia berharap melalui pameran tersebut, karya para mahasiswa dapat dikenal dan menjadi inspirasi untuk pengajaran ke depan. “Semoga ada manfaatnya bagi kepentingan yang lebih luas. Harus tetap semangat karya inovatif terus berkembang tidak hanya saat kuliah tetapi saat lulus harus hasilkan karya,” katanya.
Dekan FKIP UAD Muhammad Sayuti mengatakan gelar karya menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memamerkan berbagai hal dalam proses akademik yang sudah diikuti. Mahasiswa perlu memahami bahwa sukses dalam pendidikan harus dibangun dari hasil karya yang dimiliki baik secara kuantitas dan kualitas. Semakin banyak karya yang dipamerkan sehingga memiliki catatan prestasi yang baik.
BACA JUGA : Waduh! Tahun Depan Indonesia Kekurangan 1,3 Juta Guru
“Saya berharap berbagai ilmu yang didapatkan selama proses perkuliahan bisa diterapkan di lapangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi