JFR 2026 Ditutup dengan Laras Urban, Koleksi Batik dan Aksi Unik di Catwalk
Jogja Fashion Rendezvous 2026 menghadirkan koleksi batik tradisional, gaya urban modern, dan peragaan busana unik dalam sesi penutup.
Profesor Suyadi (tengah) di sela pengukuhan guru besar. /Istimewa-uad.
Harianjogja.com, JOGJA—Seorang akademisi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil menemukan konsep cabang ilmu baru setelah melakukan penelitian bertahun-tahun. Dia adalah Suyadi pakar pendidikan Islam yang kini memperoleh gelar akademik tertinggi sebagai guru besar atau profesor.
Suyadi secara resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar UAD pada Senin (11/9/2023) lalu melalui rapat senat terbuka. Adapun cabang ilmu baru yang ia temukan bernama Neurosains Pendidikan Islam (NPI) yang kini menjadi mata kuliah di program Magister Pendidikan Agama Islam.
BACA JUGA : Sumbu Filosofi Jogja Resmi Jadi Warisan Budaya Dunia, Ini Tanggapan Sultan HB X
Dalam buku sambutannya, Suyadi menemukan selama ini terjadi pemisahan antara akal dan otak. Jika ini terus berlanjut maka pendidikan Islam tidak akan berkontribusi pada kualitas otak dan kemajuan bangsa. Oleh karena itu, kata dia, perlu dibangun bidang ilmu baru yang memadukan antara akal dengan otak dan neurosains.
“Ilmu baru ini mempelajari kualitas otak manusia dalam pendidikan yang dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan peradaban dunia. Membangun bangsa yang besar bisa dimulai dari meningkatkan kualitas sistem syaraf pusat terkecil yaitu neuron atau otak manusia,” kata Suyadi.
Ia menggunakan pendekatan hibridisasi untuk menghasilkan varietas cabang ilmu baru yang merupakan hasil penyilangan antara pendidikan Islam dan neurosains yang kemudian disebutnya dengan Neurosains Pendidikan Islam.
Secara umum NPI bisa didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari otak sehat untuk pencerdasan. Definisi ini berbeda dengan neurologi yang lebih mempelajari otak sakit untuk penyembuhan. Menurut Suyadi pendidikan harus mampu memastikan otak peserta didik sehat dan tidak sekadar normal. Sehingga kualitas kecerdasan otak semakin meningkat.
“Atas dasar itulah NPI ini menjadi jawaban atas rendahnya kualitas otak manusia,” ujarnya.
Di bidang penelitian, NPI telah menjadi pendekatan keilmuan baru dalam riset bidang pendidikan. Ia memiliki karya 40 buku populer, 20 buku akademik dan 12 buku ajar serta 10 karya pada jurnal internasional bereputasi. Selain itu lebih dari 200 karya ilmiah jurnal yang terindeks Sinta Kemendikbud Ristek. Kemudian memiliki 105 Haki yang 10 diantaranya merupakan hak paten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Fashion Rendezvous 2026 menghadirkan koleksi batik tradisional, gaya urban modern, dan peragaan busana unik dalam sesi penutup.
Kunjungan mal di DIY tetap stabil sepanjang 2026, tetapi konsumen makin selektif dan beralih ke produk terjangkau di tengah ketidakpastian ekonomi.
Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group dan pelopor industri kosmetik Indonesia, meninggal dunia pada usia 89 tahun.
Febrie Adriansyah dijadwalkan membacakan nota perlawanan atas dakwaan pemerasan Rp55 miliar dan TPPU Rp354,62 miliar di Pengadilan Tipikor Jakarta.
IDAI mengingatkan bahaya telur mentah bagi bayi karena risiko Salmonella dan menegaskan MPASI umumnya dimulai saat usia 6 bulan.
Kemenkes mencatat 277.075 kasus ISPA di tujuh provinsi terdampak karhutla dan memperkuat layanan kesehatan serta distribusi masker.