Trans Jogja Buka Lowongan Kerja, Lulusan SMK dan Fresh Graduate Bisa Mendaftar
Lowongan Mekanik Trans Jogja dibuka hingga 30 September 2026. Lulusan SMK dan fresh graduate bisa cek syarat serta cara daftarnya.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Jogja Profesor Al Makin. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—UIN Sunan Kalijaga berusaha untuk menampilkan nilai budaya lokal dalam pengembangan akademik kampus. Oleh karena itu berbagai nilai seni budaya, pesan hingga doa kearifan sering mewarnai dialektika kampus ini.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Jogja Profesor Al Makin membaca doa tolak bala warisan Sunan Kalijaga hingga orasi ilmiah diiringi dengan gending Jawa dalam peringatan Kelahiran Kampus UIN Sunan Kalijaga memasuki tahun ke-72 di Gedung Prof. Amin Abdullah, Selasa (26/9/2023).
Prosesi seremonial orasi ilmiah diiringi gending-gending Jawa yang mengejawantah nilai Islam dan budaya lokal yang adiluhung sebagai sarana dakwah yang diajarkan Sunan Kalijaga. Tarian Jawa juga menjadi suguhan pembukaan Orasi Ilmiah. Kekayaan nilai kearifan lokal itu masih mewarnai pengembangan akademik UIN Sunan Kalijaga.
BACA JUGA : Rencana UIN Walisongo Buka Fakultas Kedokteran Tetap Jalan meski Dikritik IDI
Secara umum Profesor Al Makin menyampaikan terkait capaian UIN Sunan Kalijaga selama tiga tahun terakhir, di antaranya memiliki 26 jurusan yang terakreditas unggul kemudian melahirkan 37 guru besar. Hingga menyelesaikan tiga proyek pembangunan fisik dan fasilitas gedung terdiri atas gedung kuliah terpadu Rp41,7 miliar, proyek Taman Ushuluddin senilai Rp199 juta dan proyek pembangunan gedung badminton Rp2,4 miliar.
“Semua itu dilalui dengan dengan kejujuran dan kelurusan hati. Tidak neko-neko dan tidak bermaksud mengambil yang bukan haknya,” ucap Al Makin dalam orasinya.
Ia mengatakan UIN harus menyamankan semua golongan, mazhab, dan aliran. Semua harus dilindungi. Tetapi, rakyat harus rasional, baik, berbudi, jujur dan tidak tergoda intrik dan money politic, jika ingin pemimpin yang ideal dan sama.
“Rakyat harus memulai untuk lurus, tegak, apa adanya, bloko suto, pratelo, jika ingin pemimpin yang begitu. Rakyat tidak menerima apa pun untuk memilih pemimpinnya. Rakyat memegang idealismenya, nilai-nilainya, memilih sesuai hati nurani. Tidak menerima apapun dari yang dipilih dan yang tidak dipilih,” katanya.
Rektor mengajak untuk memulai dari diri sendiri sebelum memilih pemimpin, sebelum menuntut mereka dan menentukan kreteria mereka. Rakyat yang baik akan memilih pemimpin yang baik, begitu juga sebaliknya, yang jujur akan memilih yang jujur.
“Yang lurus akan memilih yang jujur. Yang toleran, pro-keragaman, pro-antar iman, pro-antar budaya, pro-antar tradisi, pro-kebijakan dan kebajikan akan memilih yang sama. Dan sebaliknya. Jika belum toleran, antar iman, kebajikan ya mari mulai dan ubah. Dari diri sendiri. Jangan menghakimi, jangan menilai, jangan memojokkan. Jangan membenci dan menyebar kebencian,” katanya.
BACA JUGA : Pramuka UIN Sunan Kalijaga Kirim Kontingen PWN PTK di Gorontalo
Profesor Al Makin mengakhiri pidatonya dengan menyampaikan Kidung Rumekso Ing Wengi karya Sunan Kalijaga yang dikenal sebagai kidung tolak bala. Syair-syairnya mengandung makna doa permohonan di tengah malam, permohonan terbebas dari semua penyakit, petaka dan berbagai hal buruk lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lowongan Mekanik Trans Jogja dibuka hingga 30 September 2026. Lulusan SMK dan fresh graduate bisa cek syarat serta cara daftarnya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dua narapidana Lapas Cibinong diperiksa setelah ditemukan Ombudsman di area SAE yang disebut sebagai klaster mewah.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menyebut empat kemampuan manusia yang menjadi fondasi pendidikan di tengah kecanggihan AI.
ATSI memperkirakan penerapan MNP di Indonesia membutuhkan waktu 3–4 tahun karena tantangan teknis, regulasi, dan biaya.
Komisi D DPRD Sleman meminta rencana tarif parkir Lapangan Beran dikaji ulang karena dikhawatirkan mengurangi akses masyarakat.