Tak Sekadar Gowes, Amazing Race Ajak Peserta Kenali Sumbu Filosofi Jogja
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
PT Geo Survey Persada Indonesia (GSPI) dan Departemen Teknologi Kebumian (DTK) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dalam pembuatan peta dasar foto udara ini dilaksanakan di dua kalurahan di Kulonprogo, yakni Kalurahan Kaliagung pada Senin (31/7/23) dan Kalurahan Ngargosari pada Senin (30/9/23). - ist/UGM
JOGJA—PT Geo Survey Persada Indonesia (GSPI) dan Departemen Teknologi Kebumian (DTK) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama melalui program pengabdian masyarakat.
Kerja sama dalam bentuk pembuatan peta dasar foto udara ini dilaksanakan di dua kalurahan di Kulonprogo, yakni Kalurahan Kaliagung pada Senin (31/7/23) dan Kalurahan Ngargosari pada Senin (30/9/23). Sebelumnya dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Kalurahan Kaliagung, yang menghadapi tantangan kemiskinan ekstrem, menjadi salah satu fokus program tersebut, karena memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata, terutama melalui pengelolaan sumber mata air yang melimpah.
Sementara Kalurahan Ngargosari merupakan kalurahan binaan yang juga memiliki potensi pengembangan di berbagai aspek. Hal ini disampaikan oleh Hanif Ilmawan, Manager Unit Pengabdian, Penelitian dan Kerja Sama DTK Sekolah Vokasi UGM, yang menekankan pentingnya pembuatan peta dasar di wilayah tersebut.
“Pembuatan peta dasar dilaksanakan di Kalurahan Kaliagung dan Kalurahan Ngargosari karena keduanya memiliki potensi pengembangan di berbagai aspek,” ungkap Hanif, seperti dalam keterangan tertulis Senin (23/10/2023).
BACA JUGA: Dugaan Pemerasan oleh Pimpinan KPK, Polisi Panggil 3 Saksi
Dalam pelaksanaannya, Tim GSPI memanfaatkan teknologi drone canggih, CHC P330 Pro, dengan fitur Post-Processed Kinematic (PPK) dan Vertical Landing Take Off (VTOL). Teknologi ini secara signifikan memberi tingkat ketelitian tinggi dalam waktu akuisisi yang relatif cepat.
“Kami menggunakan teknologi drone dengan ketinggian akuisisi drone 750 meter Above Ground Level (AGL) di area seluas 1000 hektar. Hasil pemetaan yang dihasilkan dari teknologi ini menunjukkan tingkat resolusi Ground Sample Distance (GSD) sebesar 7 cm,” terang Kajat Mutalib, Direktur PT. Geo Survey Persada Indonesia.
Proyek ini kemudian berhasil diselesaikan dalam jangka waktu 5 hari, yang meliputi rapat koordinasi, survei pendahuluan, akuisisi data, pengolahan data, dan penyusunan laporan hasil pekerjaan.
Kerjasama antara DTK Sekolah Vokasi UGM dan PT GSPI diharapkan dapat mendukung upaya pengembangan kalurahan-kalurahan tersebut.
”Peta dasar yang terbaru dan akurat ini nantinya dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan di kalurahan lebih terarah, tepat sasaran, dan berpotensi meningkatkan efektivitas program-program kalurahan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,“ jelas Hanif.
Ia juga menambahkan, Pemerintah Kelurahan semakin banyak yang menyadari pentingnya data spasial, termasuk peta dasar dan tematik dalam penentuan kebijakan atau pengambilan keputusan.
Lebih lanjut, Hanif menegaskan komitmen dari DTK Sekolah Vokasi UGM dan PT GSPI untuk melanjutkan kerja sama ini, baik dalam bentuk program serupa maupun program lainnya di kalurahan-kalurahan yang belum terjangkau sebelumnya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Influenza A belum ditemukan di Bantul hingga 1 Oktober. Dinkes mengingatkan warga memperkuat PHBS dan menjaga daya tahan tubuh.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.