Sleman 110 Tahun: Merawat Tradisi, Memanen Prestasi
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia
Tim PPK Ormawa GCC UAD Dampingi Warga Desa Caturharjo Produksi Arang Briket, Manfaatkan Sampah Sabut Kelapa. /Istimewa.
JOGJA—Desa Caturharjo merupakan daerah yang memiliki potensi untuk menjadi sasaran pembuatan produk yang bernilai ekonomi, seperti arang briket. Di desa terdapat sabut kelapa, tempurung dan ranting yang belum termanfaatkan dan dapat diolah menjadi bahan baku arang briket. Arang briket dapat bermanfaat untuk mendukung pengembangan UMKM kuliner setempat,
Tim PPK Ormawa Green Campus Community Universitas Ahmad Dahlan melaksanakan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan arang briket pada Jum’at, 1 September 2023. Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Kalurahan Caturharjo Bapak H. Wasdiyanto, S.Si beserta jajarannya, yaitu Carik Ibu Alfiyanti Cahyaningsih, Dukuh Kuroboyo Bapak Suatmaji, Bendahara BUMKal Ibu Ana Marine, 6 kader sampah Padukuhan Kuroboyo, 2 RKS Kalurahan Caturharjo, dan mahasiswa KKN.
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Tim PPK Ormawa Green Campus Community Universitas Ahmad Dahlan yaitu Ancas Muftin Hanifa, di lanjut dengan pemaparan materi oleh Tim Divisi Produksi PPKO GCC UAD. Dalam penyampaian materinya tim menjelaskan mengenai arang briket secara terperinci, mulai dari bahan baku pembuatan arang briket hingga langkah pembuatan arang briket. Kegiatan ini diinisasikan untuk Masyarakat khususnya kader sampah sebagai wirausaha.
“Kegiatan arang Briket adalah hasil inovasi dari Tim PPKO GCC UAD yang diselaraskan dengan potensi desa caturharjo. Arang briket merupakan produk atau salah satu sumber energi yang diperoleh dari biomassa yang dapat digunakan sebagai bahan utama alternatif pengganti energi minyak bumi dan energi lain yang umumnya berasal dari fosil,” kata Ketua Tim PPK Ormawa Green Campus Community Universitas Ahmad Dahlan Ancas Muftin Hanifa.
Briket ini memiliki fungsi yang sama dengan kayu bakar atau arang, hanya bentuk nya saja yang sedikit berbeda. Beberapa keunggulan arang briket, seperti proses pembakaran yang lebih efisien, tahan lama, ramah lingkungan, dan rendah kadar air sehingga akan menghasilkan lebih sedikit asap residu.
“Hingga saat ini kegiatan pembuatan arang briket masih berlanjut dan menjadi kegiatan Masyarakat sasaran. Sebagai perintis dalam usaha pembuatan arang briket, masyarakat terus berusaha memaksimalkan hasil produksi dengan peralatan yang masih manual,” ujarnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.