BEDAH BUKU: Orang Tua Diajak Perkuat Pola Asuh Anak
Warga di Padukuhan Sokoliman 1, di Bejiharjo, Karangmojo, diajak lebih serius memperhatikan pola asuh anak sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045.
Penandatanganan nota kesepahaman antara PT Krakatau Posco dan SMK SMTI Yogyakarta dalam pembukaan Kelas Teknologi industri baja belum lama ini.(Ist/Dok. SMK SMTI Yogyakarta)
JOGJA—SMK SMTI (Sekolah Menengah Teknologi Industri) Yogyakarta bekerja sama dengan PT Krakatau Posco membuka kelas teknologi industri baja di sekolah itu. Rencananya kelas baru ini mulai diselenggarakan untuk tahun ajaran 2024/2025.
Kerja sama antara SMK SMTI Yogyakarta dan Krakatau Posco bertujuan memenuhi kebutuhan sumber daya manusia dalam industri pengolahan baja. Agar mencapai tujuan itu, SMK SMTI dan PT Krakatau Posco menggodok kurikulum pembelajaran secara bersama dalam Kelas Teknologi industri baja tersebut.
Penyusunan bersama kurikulum pembelajaran Kelas Teknologi industri baja ini agar apa yang diajarkan sekolah dan kemampuan siswa nantinya mampu memenuhi kebutuhan industri baja. “Nanti lulusan program kelas ini akan langsung disalurkan sebagai tenaga kerja di Krakatau Posco, kami buka untuk 20 siswa pada 2024 mendatang,” kata Kepala SMK SMTI Yogyakarta Ening Kaekasiwi, Jumat (10/11/2023).
Ening menjelaskan kerja sama itu disepakati bersama melalui nota kesepahaman yang ditandatangani Kamis (9/11/2023). “Kerja sama kami dengan Krakatau Posco selama lima tahun, dalam kerja sama ini juga disepakati ada guru yang mengajar ke siswa nanti dari mereka juga,” ujarnya.
Selain pengajar Kelas Teknologi industri baja dari PT Krakatau Posco, jelas Ening, kerja sama itu juga mengatur adanya praktik magang bagi siswa kelas itu selama setahun. “Nanti pembelajarannya dua tahun, setahun praktik magang di industri itu agar antara teori dan praktik siswa dapat seimbang implementasinya,” kata dia.
Secara umum Kelas Teknologi industri baja akan mempelajari berbagai disiplin ilmu seperti teknik kimia, mesin, dan elektro yang terkait dengan pengolahan baja. “Ini program kelas baru yang menginduknya ke Jurusan Teknik Kimia, tapi secara umum pembelajarannya lengkap dari teknis pengolahannya [pengolahan baja] dalam sisi permesinannya hingga sistem otomatisasi-nya,” katanya.
Terkait pendaftaran untuk kelas baru ini, SMK SMTI Yogyakarta juga melibatkan PT Krakatau Posco terutama dalam hal tes kesehatan dan wawancara. “Nanti Krakatau Posco juga ikut menyeleksi agar terpilih siswa-siswa terbaik yang dapat mengenyam program kelas ini,” katanya.
SMK SMTI Yogyakarta, lanjut Ening, terbuka dengan siapa saja dan industri apa saja dalam pengembangan sumber daya manusia. “Kami terbuka dengan siapa saja untuk terus mengembangkan industri dan sumber daya manusia, kebetulan di Indonesia kelas ini baru di SMK SMTI Yogyakarta yang ada, padahal prospek industri baja terus meningkat tiap tahun,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga di Padukuhan Sokoliman 1, di Bejiharjo, Karangmojo, diajak lebih serius memperhatikan pola asuh anak sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045.
Pemda DIY menjamin perlindungan 11 bayi yang dievakuasi dari day care ilegal di Sleman, termasuk biaya pengobatan dan pemulihan kesehatan.
Prabowo Subianto menyoroti eksportir sawit dan batu bara yang menyimpan devisa hasil ekspor di luar negeri, bukan di Indonesia.
Kejagung dalami dugaan jual beli LHP Ombudsman RI yang menyeret Ketua Ombudsman nonaktif Hery Susanto dalam kasus suap.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Kemenkop mempercepat operasional 37 ribu Kopdes Merah Putih dan menyiapkan Inpres untuk penguatan ekonomi desa.