Sambung Rasa di Karangduren, Warga Sampaikan Aspirasi Infrastruktur hingga Wisata
Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar kegiatan serap aspirasi bertajuk Sambung Rasa di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Selasa (1/9/2026)
Rektor Rektor USD, Albertus Bagus Laksana, saat memberikan wayang tokoh petruk kepada Dalang Ni Elisha Oscarus Allasso di kampus III USD, Jumat (8/12/2023) malam. - Harian Jogja/Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN—Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-68, Universitas Sanata Dharma (USD) menggelar pertunjukkan wayang kulit, di Kampus III USD Paingan, Jumat (8/12/2023) malam.
Adapun pertunjukan wayang tersebut menampilkan Dalang Ni Elisha Oscarus Allasso dengan lakon Petruk Dadi Ratu.
Ketua Panitia Dies Natalis sekaligus Wakil Rektor IV USD, Ceclia Tutyandari, Ph.D., menyampaikan Dies Natalis ke-68 mengangkat tema Keberagaman. Di mana peran dari institusi utamanya, USD dalam berkontribusi untuk mewujudkan pluralisme dan kebersamaan.
"Bagaimana institusi ini bisa berkontribusi dalam penciptaan suasana dan segala bentuk kepentingan," katanya.
Sebelumnya, rangkaian Dies Natalis ke-68 USD ditandai dengan kegiatan jalan sehat, lomba mewarnai dan menggambar, balap karung dan bakiak serta memancing. Kegiatan ini juga diramaikan dengan pembagian doorprize.
Selain itu, kegiatan Dies Natalis ke-68 Sanata Dharma juga dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seperti bakti sosial, donor darah, turnamen olahraga, seminar ilmiah, malam apresiasi mahasiswa dan ada puncak Dies Natalis.
Rektor USD, Albertus Bagus Laksana, SJ, SS, Ph.D., mengatakan pada usia yang ke-68, masih banyak hal harus diusahakan untuk kemajuan bangsa dan negara. Utamanya lewat Tri Dharma perguruan tinggi dan mahasiswa. "Dan ini akan terus kami usahakan," kata Albertus.
BACA JUGA: PT KAI Mengantisipasi Gangguan Perjalanan Kereta Api selama Libur Akhir Tahun
Mengenai gelaran wayang kulit, Albertus mengatakan sebgja menggelar kesenian wayang kulit. Karena kesenian tersebut bisa membangun nilai-nilai dan keutamaan masyarakat jawa. Ia berharap agar para penonton terdiri dari sebagian besar adalah civitas akademika dan warga sekitar mampu merefleksikan terkait dengan lakon Petruk Dadi Ratu yang ditampilkan.
"Bagaimana Petruk menertawan para pengusasa. Petruk menjadi penguasq. Segala perilaku dari petruk. Dan lewat pementasan ini kami harapkan ini jadi cerminan dan kritik diri, penguasa dan kualitas dari demokrasi kita. Ini perlu kita renungkan," katanya.
Sementara Dalang Ni Elisha Oscarus Allasso mengatakan sengaja menampilkan lakon Petruk Dadi Ratu. Karena lakon ini pas dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia saat ini.
"Di mana, Petruk yang merupakan warga biasa diberikan kewenangan dan posisi sebagai raja. Namun, dalam perkembangannya Petruk gagal menjalankaj pemerintahan dan banyak menyalahgunakan kewenangan dan kekuasaannya," katanya.
Elisha memboyong sekitar total 50 orang termasuk pemain gamelan dan sinden. Sedangkan lama waktu ia memainkan wayang sekitar lima sampai enam jam dalam waktu semalam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar kegiatan serap aspirasi bertajuk Sambung Rasa di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Selasa (1/9/2026)
BMKG memprakirakan cuaca Jogja dan seluruh wilayah DIY cerah pada Jumat 4 September 2026. Suhu udara berkisar 23-32 derajat Celsius.
BGN memastikan kantor pusat akan pindah ke Grha Merah Putih milik Telkom dalam satu-dua bulan setelah berkoordinasi dengan Danantara.
DPRD DIY mendorong pelaku UMKM mengubah mindset, rajin belajar, mengikuti tren, dan memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar.
SPBU Trihanggo Sleman membatasi pembelian Pertalite untuk motor maksimal Rp75.000 guna mencegah pengangsu dan menjaga stok.
Cek jadwal Samsat Sleman, mulai Samsat Induk, drive thru, Samsat Keliling, MPP, hingga layanan malam.