Pakar: Fintech Syariah Berkembang Pesat, Tata Kelola Perlu Diperkuat

Sunartono
Sunartono Rabu, 13 Desember 2023 07:47 WIB
Pakar: Fintech Syariah Berkembang Pesat, Tata Kelola Perlu Diperkuat

Kegiatan The 2nd International Conference on Accounting and Finance (InCAF) & 7th National Conference on Accounting and Finance (NCAF), Selasa (12/12/2023). /Istimewa.

Harianjogjacom, JOGJA—Peran teknologi kini sangat penting dalam mendukung tata kelola bisnis dan keuangan syariah. Perkembangan financial technology (fintech) syariah bahkan melibatkan kecerdasan buatan hingga blok rantai dan analisis data.

Isu bisnis syariah dibahas dalam The 2nd International Conference on Accounting and Finance (InCAF) & 7th National Conference on Accounting and Finance (NCAF) yang diselenggarakan oleh Prodi Magister Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII, Selasa (12/12/2023).

Ketua Panitia 2nd InCAF & 7th NCAF Profesor Rifqi Muhammad dalam rilisnya mengatakan penguatan tata kelola ekosistem bisnis dan keuangan syariah menjadi sangat penting terutama pada isu peran teknologi dalam menyokong inovasi dan aksesibilitas. Perkembangan teknologi keuangan syariah atau fintech syariah semakin pesat.

BACA JUGA : Kinerja Perbankan DIY Tumbuh, Syariah Jadi PR

“Inisiatif ini melibatkan penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan, teknologi blok rantai [blockchain], dan analitika data untuk mengembangkan produk dan layanan keuangan syariah yang lebih efisien dan inovatif,” katanya.

Ia menambahkan penguatan tata kelola harus mendukung upaya untuk memperluas akses ke produk dan layanan keuangan syariah melalui platform digital. Hal ini termasuk pembangunan infrastruktur digital dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan inklusi keuangan.

“Meningkatnya permintaan konsumen untuk transparansi dan akuntabilitas dalam bisnis dan keuangan syariah menunjukkan perlunya penguatan tata kelola,” ujarnya.

Perusahaan dan lembaga keuangan syariah harus memastikan bahwa praktik bisnis mereka sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan bahwa mereka memberikan laporan keuangan yang transparan. Isu inklusivitas dan aksesibilitas terus muncul dalam konteks keuangan syariah. Penguatan tata kelola harus mencakup upaya untuk memastikan bahwa produk dan layanan keuangan syariah dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk yang berada di daerah terpencil.

“Dalam rangka mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif dalam ekosistem bisnis dan keuangan syariah, kami menyelenggarakan kegiatan konferensi internasional guna membahas dan mendiseminasikan serangkaian inisiatif baru untuk memperkuat tata kelola sektor ini,” katanya.

BACA JUGA : OJK Akui Gap Literasi dan Inklusi Keuangan di Indonesia Masih Tinggi

Kegiatan ini diharapkan memberikan pencerahan dan solusi konstruktif atas persoalan bangsa dan memberikan kontribusi ilmiah yang bermanfaat bagi dunia akademik dan dunia usaha. Adapun pemakalah yang terpilih mempresentasikan penelitiannya dalam forum ini sebanyak 255 artikel dari berbagai universitas di Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online