Pakar: Jangan Sekadar Megah, Bangunan Harus Perhatikan Aspek Kegempaan

Sunartono
Sunartono Jum'at, 15 Desember 2023 07:17 WIB
Pakar: Jangan Sekadar Megah, Bangunan Harus Perhatikan Aspek Kegempaan

Seminar Antisipasi Kegagalan Bangunan yang digelar Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi dan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII, Kamis (15/12/2023). /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat dalam membangun seringkali hanya mengedepankan fisik yang megah atau menarik dan tidak memperhatikan aspek kegempaan. Hal inilah yang seringkali menjadi faktor terjadi kegagalan bangunan. Materi ini dibahas dalam seminar Antisipasi Kegagalan Bangunan yang digelar Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi dan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII, Kamis (15/12/2023).

Pakar Perencanaan Bangunan FTSP UII Johanita Anggia Rini mengatakan kasus kegagalan bangunan banyak terjadi dengan beragam faktor penyebab. Seringkali masyarakat merencanakan bangunan hanya mengedepankan aspek kemegahan dan kurang mempertimbangkan dampak bangunan ketika terjadi guncangan atau gempa.

BACA JUGA : Belasan Gedung Sekolah Direhabilitasi di Jogja, Rerata Rusak Ringan

“Ketika membangun seringkali mengedepankan efisiensi. Kalau bangunan kotak akan terbuang banyak tanah, harga tanah mahal sehingga enggak masuk sehingga efisiensi, padahal ini seharusnya susah ditawar, kekuatan bangunan harusnya maksimum. Jadi tidak sekadar megah tetapi harus memperhatikan aspek kegempaan,” katanya.

Ketua Forum Penilai Ahli Kegagalan Bangunan Profesor Agus Taufik Mulyono menjelaskan kegagalan bangunan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain faktor desain, faktor pelaksanaan, faktor material, dan faktor lingkungan. “Sehingga setiap bangunan harus mengedepankan berbagai aspek yang ada,” katanya.

Adapun Dosen FTSP UII Yunalia Muntafi menilai seorang perencanaan memang tidak dibatasi dalam berkreasi menciptakan karya desain bangunan. Akan tetapi harus memperhatikan aspek, khususnya kegempaan.

BACA JUGA : Dampak Gempa Terkini Mag 6,4 Bantul: 263 Bangunan Rusak, 22 Orang Terluka

“Sekreatif apapun selama didesain bisa tetap berdiri, dengan beban maka enggak masalah, kadang ketika berdiri di level risiko gempanya tinggi tetapi tidak ada aspek itu. Seperti saat gempa 2006 banyak bangunan rusak karena tidak memperhatikan aspek kegempaan,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online