Magelang Siap Gelar Interhash, Distoria, dan SBY Cup 2026
Magelang siap gelar Interhash 2026, Distoria 2026, dan SBY Cup 2026. Pemkot pastikan kesiapan event internasional dan dampak ekonomi.
Seminar Nasional bertajuk Yurisprudensi Kamar Agama Dan Pembaruan Hukum Islam membahas perkembangan hukum keluarga di Indonesia. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Hakim di pengadilan seringkali mendapatkan kasus yang tidak ada aturan hukumnya terutama pada kasus hukum keluarga. Di sisi lain hakim tidak boleh menolak mengadili suatu perkara yang tidak ada aturan hukumnya.
Materi ini dibahas dalam Seminar Nasional bertajuk Yurisprudensi Kamar Agama Dan Pembaruan Hukum Islam yang digelar Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII. Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Ditjen Badan Pengadilan Agama Mahkamah Agung RI Candra Boy Seroza mengatakan Salah satu perkara yang diajukan di pengadilan dan belum ada aturan hukumnya yaitu gugatan nafkah batin, di mana pemohon dalam hal ini istri meminta kompensasi.
BACA JUGA : Hakim Konstitusi Baru, Ridwan Mansyur Dilantik Hari ini, Berikut Profil Singkatnya
“Karena si istri merasa tidak merasa dinafkahi suami. Lalu dihitung oleh si istri berapa yang layak kompensasi nafkah batin diajukan ke pangadilan. Kasusnya sudah ada di pengadilan. Lalu hakim bagaimana, tidak ada aturannnya? hakim dilarang menolak mengadili perkara karena hukumnya tidak ada,” katanya sebagaimana dipantau di Youtube, Senin (18/12/2023).
Ia menambahkan dalam perkara itu hakim harus mencari hukumnya dengan tidak hanya mempertimbangkan pada hukum tertulis namun juga hukum tidak tertulis bahkan hukum yang hidup di tengah masyarakat. Pasalnya hakim harus mampu melakukan interpretasi menciptakan hukum baru.
“Dalam hukum Islam ada ayat Alquran pelanggaran immateri dikompensasikan dalam bentuk materi. Misal zihar atau ila memberikan makan kepada anak yatim, pidana pencemaran nama baik minta ganti rugi, ini bisa menjadi pertimbangan,” katanya.
BACA JUGA : Sultan Soal Vonis Robinson; Itu Sudah Keputusan Hakim Harus Dijalani
Berbagai materi serupa disampaikan di hadapan pada dosen, mahasiswa hingga perwakilan Pengadilan Agama. Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni FIAI UII Muhammad Roy Purwanto mengatakan melalui seminar menghadirkan perwakilan Mahkamah Agung diharapkan dapat menambah wawasan dosen dan mahasiswa hingga hakim.
“Kegiatan seminar ini merupakan wujud menjaga kerja sama FIAI UII dengan MA dan ke depan akan terus diperkuat lagi. Diikuti oleh 50 peserta para hakim dari berbagai daerah secara daring,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Magelang siap gelar Interhash 2026, Distoria 2026, dan SBY Cup 2026. Pemkot pastikan kesiapan event internasional dan dampak ekonomi.
Milad Aisyiyah ke-109 di Jogja dihadiri 500 peserta. Tekankan dakwah kemanusiaan, UMKM, dan penguatan sosial perempuan.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Malioboro dipadati 50.138 wisatawan saat long weekend. Puncak kunjungan terjadi malam hari di Jogja.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia
Aston Villa menang 4-2 atas Liverpool di Liga Inggris 2025/2026 dan memastikan tiket Liga Champions musim depan.