Kemendikbud: Arsitek Harus Jadi Agen Perubahan Positif Bagi Lingkungan

Sunartono
Sunartono Selasa, 19 Desember 2023 23:47 WIB
Kemendikbud: Arsitek Harus Jadi Agen Perubahan Positif Bagi Lingkungan

Lulusan pendidikan profesi arsitek menjalani sumpah profesi untuk memulai terjun sebagai perencana profesional. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Seorang lulusan pendidikan profesi arsitek memiliki peran penting dalam memberikan dampak jangka panjang terhadap pembangunan melalui desain perencanaannya. Oleh karena itu arsitek harus menjadi agen perubahan positif bagi lingkungan binaannya melalui karya desain perencanaan yang diciptakan.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswa Kemendikbud Ristekdikti Sri Suning Kusumarwardani mengatakan seorang yang telah lulus dari pendidikan profesi arsitek saat ini jangan hanya mengedepankan kemampuan mendesain suatu bangunan. Akan tetapi harus memiliki kemampuan komunikasi, kolaborasi dan kepemimpinan sekaligus agen perubahan. Mengingat setiap keputusannya dalam merencanakan pembangunan berdampak panjang sehingga harus membawa perubahan positif untuk lingkungan.

BACA JUGA : Antisipasi Wabah Penyakit, Wabup dan Forkopimda Sleman Gelar Pembersihan Lingkungan Pasar Gamping

“Kreativitas dan inovasi sangat penting dengan tetap menjadi agen positif dalam membentuk suatu ruang dan lingkungannya menjadi lebih baik,” kata Suning dalam memberikan sambutan Sumpah Profesi Arsitek UII.

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Gerogius Budi Yulianto sepakat di era saat ini seorang arsitek harus menjadi agen perubahan positif bagi ruang lingkungan binaannya. Mengingat saat ini arsitek dihadapkan pada berbagai isu perubahan tantangan teknologi dan lingkungan atau dikenal dengan pembangunan gedung dengan ramah lingkungan atau berkelanjutan.

“Ini butuh kepekaan sosiak, etika profesi yang tinggi dan kualitas, sehingga seorang arsitek harapannya menjadi agen perubahan positif di lingkungan dan mampu merespons perubahan sosial di era saat ini,” ujarnya.

Ketua Prodi Pendidikan Profesi Arsitek UII Yulianto Purwono Prihatmaji mengatakan pada sumpah profesi arsitek angkatan ke-12 ini diikuti sebanyak 12 orang dengan rincian sebanyak 9 orang tercatat lulus dengan cumlaude. Mereka telah menempuh pembelajaran selama setahun dengan total 36 SKS baik kuliah teori maupun praktik di lapangan. Termasuk mengasah kepekaan mereka dalam merespons isu lingkungan lewat karya desain ramah lingkungan. Para mahasiswa telah dilatih dengan menjadi pendamping masyarakat untuk menemukan solusi desain.

BACA JUGA : Pakar UGM: Persoalan Sampah di DIY Terus Berlarut, Bisa Timbulkan Kerusakan Lingkungan

“Kegiatan praktik dilakukan di perusahaan konsultan perencana selama dua bulan sekaligus membuka peluang kerja bagi mahasiswa, beberapa di antaranya mereka langsung diterima kerja di tempat magang. Kompetensi mereka telah teruji dan siap di dunia kerja di bidang perencanaan,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online