Westlife Konser di Jakarta 2027, Ini Harga Tiket & Jadwal Presale
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.
Mahasiswa KKN PPM UGM melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon Cemara Udang dan Cemara Belitung yang dilakukan di Pantai Wuni Melodi, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Ist/ugm
Harianjogja.com, KEBUMEN—Himpunan Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM (HIMABA), bersama dengan mahasiswa KKN PPM UGM melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon Cemara Udang dan Cemara Belitung yang dilakukan di Pantai Wuni Melodi, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Penanaman pohon ini sebagai upaya mengurangi dampak abrasi, serta menahan kecepatan angin dan menjaga kondisi udara menjadi lebih sejuk.
Dosen Fakultas Kehutanan Winastuti Dwi Atmanto, selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN PPM mengatakan sebanyak 1.700 bibit pohon yang ditanam secara langsung di lapangan bersama dengan warga masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir pantai. Sebelumnya sudah dilakukan kegiatan sosialisasi tentang manfaat penanaman kedua jenis pohon tersebut.
BACA JUGA: Nilai Tanah dan Tegakan Di Atas Lahan TKD Terdampak Tol Jalani Appraisal Ulang
”Tidak sebatas menanam, kegiatan ini merupakan kegiatan yang berkelanjutan. Artinya, tidak hanya selesai pada saat penanaman, tetapi juga meliputi perawatan tanaman di bulan pertama serta monitoring untuk mengetahui tingkat keberhasilan penanaman yang telah dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui persentase keberhasilan tanaman hidup,” Ujar Winastuti dalam keterangannya pada wartawan, Kamis (4/1/2024).
Kegiatan penghijauan yang dikemas dalam program Forester in Action ini dimulai dengan memasang acir sebagai penanda, membuat lubang tanam, serta menyebarkan pupuk kandang untuk menunjang pertumbuhan bibit. Kemudian, bibit didistribusikan sesuai pola yang telah ditentukan, yakni dikombinasikan antara Cemara Udang dan Cemara Belitung, menyesuaikan dengan fungsi jenis tanaman masing-masing.
"Bibit-bibit ini tetap dipantau pertumbuhannya melalui kegiatan monitoring yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Budidaya Hutan. Dengan demikian, diharapkan kegiatan ini mampu memberikan manfaat yang nyata serta berkelanjutan, sesuai dengan tema tujuan pembangunan berkelanjutan dalam rangka perbaikan kualitas lingkugan hidup,” katanya.
Menurut Winastuti kegiatan penghijauan yang diinisiasi mahasiswa menjadi bentuk implementasi kegiatan pengabdian yang bertujuan untuk membantu masyarakat dan menjaga kualitas lingkungan menjadi lebih lestari. “Kita ingin menumbuhkan semangat pengabdian dan jiwa peneliti, khususnya bagi anggota Himpunan Mahasiswa Budidaya Hutan Fakultas Kehutanan UGM. Dalam acara ini, dilakukan penekanan pengabdian melalui keterlibatan masyarakat umum dalam upaya mengintegrasikan peran mahasiswa dan masyarakat dalam membangun hutan,” tegasnya.
Dalam kegiatan pertemuan sambungsara antara warga masyarakat dengan mahasiswa juga disepakati bahwa mahasiswa akan melakukan perawatan pada bibit pohon yang sudah ditanam selanjutnya dalam kurun masa waktu tertentu akan dilanjutkan oleh warga. “Dari pihak mahasiswa mengharapkan agar masyarakat mampu merawat pohon-pohon yang telah ditanam agar nantinya dapat bertumbuh secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.