Lansia di Jogja Jadi Tantangan Penerapan Identitas Digital
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hingga 2022 Indonesia baru memiliki sekitar 176,1 ribu dokter. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis. Hanya saja, sebaran dokter di setiap wilayah di Indonesia masih belum merata.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Nano Prawoto mengatakan 70% dokter terpusat di pulau Jawa, sedangkan 30% sisanya berada di luar pulau Jawa.
BACA JUGA: Dinkes Bantul Catat Ada 88 Orang Mendapatkan Layanan Kesehatan saat Hari Pencoblosan
Menurutnya merujuk pada standar ideal World Health Organization (WHO), seorang dokter setidaknya melayani 1.000 penduduk. Jika penduduk Indonesia 270 juta jiwa, maka minimal harus ada 270 ribu dokter di seluruh tanah air. Dia menambahkan dari 176,1 ribu dokter di Indonesia, keberadaannya tidak tersebar merata di berbagai daerah. sehingga mendorong terjadi ketimpangan pelayanan kesehatan antara kota dan daerah.
“Ini menjadi tantangan kita semua. Maka dari itu, harapan pimpinan universitas kepada para dokter baru, kembalilah ke daerah kalian masing-masing. Yang punya alamat di Jawa, bisa mengabdi di luar Jawa. Ini adalah sebuah niat baik, masih ada beberapa puskesmas di daerah belum ada dokternya,” katanya melalui rilis Jumat (16/2/2024)
BACA JUGA: Diduga Kelelahan Persiapkan Coblosan, Anggota KPPS di Jaksel Meninggal Dunia
Dia berpesan agar dokter lulusan baru senantiasa menghindari mal praktik. Meskipun mengalami penurunan dari tahun ke tahun, tetapi mal praktik masih saja terjadi. Nano juga mengingatkan untuk tidak mudah tergiur sehingga melakukan hal-hal yang tidak etis yang akan mencederai profesi kedokteran.
“Termasuk juga gratifikasi antara oknum dokter dengan pihak perusahaan farmasi, jangan sampai tergiur," imbuhnya.
Menurutnya dalam sumpah dokter sudah dengan jelas bahwa dokter harus menjunjung tinggi martabat manusia, sehingga dia berharap dokter di Indonesia dapat berkontribusi untuk peningkatan kesehatan warga negara lainnya.
"Sehingga permasalahan yang ada di Indonesia [mal praktik], mari kita [para dokter] ikut andil dalam memecahkan masalah itu. Sehingga tujuan dari terselenggaranya [keberadaan] Kementerian Kesehatan untuk mencapai kesehatan penduduk yang prima harusnya dapat kita capai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.