Ada Demo di Malioboro Jogja 28 Oktober, Ini Titik Pengalihan Arus Lalu Lintas
Pengalihan arus lalu lintas diberlakukan saat demo di Jogja, Rabu 28 Oktober 2026. Simak titik rekayasa jalan dan jalur alternatifnya.
Sebanyak 85 siswa dan enam guru dari SMP Kolese Kanisius Jakarta menggelar tradisi Wiwitan di persawahan Padukuhan Tanen, Kalurahan Hargobinagun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (23/5/2024) lalu. /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 85 siswa dan enam guru dari SMP Kolese Kanisius Jakarta menggelar tradisi Wiwitan di persawahan Padukuhan Tanen, Kalurahan Hargobinagun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (23/5/2024) lalu.
Tradisi Wiwitan merupakan ritual tradisional Jawa sebagai wujud terima kasih dan rasa syukur kepada bumi dan Dewi Sri atau Dewi Padi yang telah menumbuhkan padi berisi beras. Wiwitan berasal dari kata wiwit dalam bahasa Jawa, berarti mengawali panen padi.
BACA JUGA : Festival Upacara Adat Digelar untuk Lestarikan Tradisi
Prosesi Wiwitan dimulai dari arak-arakan penari sebagai Dewi Sri, disusul tarian cucuk lampah, bergodo, pembawa tumpeng, sesaji, memedi sawah dan pembawa cangkul hingga barisan warga. Arak-arakan itu diiringi suara khas gamelan selama perjalanan menuju persawahan.
Momentum Wiwitan menjadi puncak kegiatan Ekskursi SMP Kolese Kanisius Jakarta gelombang kedua bertajuk Merajut Budaya Merawat Semesta, yang berlangsung dari 21 hingga 24 Mei 2024. Para siswa disajikan sejumlah materi bertopik ekologi dan budaya, mulai dari turun ke sungai untuk mengidentifikasi kualitas air, melakukan inventarisasi tanaman sayur dan pohon buah yang ada di seputaran Omah Petroek, Pakem.
Guru Pendamping Kegiatan Wiwitan SMA Kolese Kanisius Jakarta Yohanes Sumarsono menjelaskan dalam ekskursi, para siswa diajak secara langsung mensyukuri kehidupan. "Ini sangat menarik dan berkesan bagi para siswa kami. Mereka mengalami peristiwanya, langsung. Bahkan dilibatkan dalam semua rangkaian acara,” kata dia.
Budayawan Romo GP. Sindhunata SJ mengatakan, kegiatan Wiwitan menjadi pengalaman berharga bagi para siswa. Mereka diajak merasakan hidup sederhana dengan masyarakat desa. Kegiatan itu diharapkan menjadi kenangan sekaligus mengambil pelajaran bahwa masih banyak orang yang hidup serba kekurangan.
"Justru alam mengakrabkan kita dengan warga desa. Pohon-pohon ini memberi oksigen, maka harus kita rawat dan kita jaga. Persaudaraan dibentuk karena alam yang terjaga baik. Peristiwa Wiwitan panen padi mengajak kita menyadari kesederhanaan petani yang terus mengusahakan pangan," ujarnya.
BACA JUGA : Warga Pleret Bantul Gelar Tradisi Wiwitan
Siswa Kelas IX-5 Albertus Marvel Gunawan mengaku senang bisa merasakan aliran air sungai yang berhulu langsung di gunung Merapi. Kegiatan meneliti langsung di sungai menggunakan metode biotilik baru pertama ia praktikkan dalam kesempaan itu.
"Setahu saya meneliti itu hanya di ruang laboratorium. Ternyata bisa juga dilakukan di ruang terbuka,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengalihan arus lalu lintas diberlakukan saat demo di Jogja, Rabu 28 Oktober 2026. Simak titik rekayasa jalan dan jalur alternatifnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
Borneo FC bermodal kemenangan 2-1 atas PSS Sleman jelang menghadapi PSIM Jogja pada pekan kedelapan Super League di Bantul.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Kemenhut menetapkan PT MAP dan PT GAP sebagai tersangka karhutla. Salah satunya merupakan perusahaan PMA asal Singapura.
KPK merespons kode RAMA dalam kasus Silmy Karim. Dalam dakwaan, disebut ada dugaan setoran Rp40 juta setiap pekan untuk seorang menteri.