SIM Kulonprogo 20 Agustus 2026: Jadwal, Lokasi, dan Syarat
Jadwal SIM Kulonprogo Agustus 2026 tersedia di Satpas, MPP, hingga layanan malam. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V DIY Profesor Setyabudi Indartono. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Kesehatan mental masih menjadi persoalan yang sering melanda pelajar dan mahasiswa Jogja. Terbukti banyak ditemukan kasus bunuh diri, klitih, narkoba yang disebabkan oleh lemahnya kondisi psikologi pelajar dan mahasiswa.
Persoalan kesehatan mental ini disinggung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V DIY Profesor Setyabudi Indartono saat menghadiri pengukuhan tiga guru besar UAD, Sabtu (25/5/2024). Tiga guru besar yang dikukuhkan antara lain Profesor Alif Muarifah bidang ilmu psikologi, Profesor Suyatno bidang ilmu manajemen berbasis sekolah dan Profesor Fithriatus Salihah sebagai guru besar ilmu hukum.
BACA JUGA : Penggunaan Kata-kata Baik Kuatkan Kesehatan Mental Anak
Profesor Setyabudi dalam kesempatan itu memberikan ulasan terkait dengan keilmuan psikologi bahwa di Jogja yang dikenal sebagai kota pendidikan dan kota budaya masih ada sejumlah persoalan mulai seperti klitih hingga bunuh diri.
"Jogja yang terkenal dengan kota pendidikan kota budaya ini sering tercoreng dengan isu klitih isu mental health [kesehatan mental]. Begitu banyak mahasiswa dan siswa kita menunjukkan lemahnya kondisi psikologi mereka sehingga membuat keputusan sesaat yang merugikan mereka. Betapa banyak kasus narkoba, bunuh diri dan seterusnya," kata Setyabudi sebagaimana dikutip Harianjogja.com melalui Youtube.
Oleh karena itu ia mengharapkan kepada Profesor Alif Muarifah sebagai guru besar bidang ilmu psikologi bisa memberikan kontribusi dalam menangani persoalan tersebut. "Saya kira dengan dikukuhkannya Profesor Alif Muarifah menjadi harapan membangkitkan kembali dukungan kepada anak kita agar anak berkembang secara sehat secara mental," ucapnya.
BACA JUGA : Gangguan Kesehatan Mental Kerap Dialami Anak Muda, Kebanyakan Masalah Bermula dari Rumah
Dalam kesempatan itu Alif Muarifah menyampaikan pidato bertajuk Pengasuhan dan Attachment Ibu-Anak: Perjalanan Panjang Membangun Kualitas Kepribadian untuk Menyongsong Generasi Emas. Di awal pidato ia mengungkap saat ini terjadi krisis karakter di kalangan generasi muda dan lemahnya kualitas kepribadian di semua lini.
Berbagai persoalan yang muncul antara lain rendahnya kemampuan menyesuaikan diri, memburuknya kualitas harga diri, pelanggaran disiplin, menuda dalam menyelesaikan tugas di sekolah hingga mengarah ke perilaku menyimpang.
"Bentuk agresivitas seperti tawuran antarpelajar dan tindakan saling menyerang. Perilaku ini muncul karena stimulus yang berasal dari lingkungan," ujarnya.
Ia mengatakan dalam risetnya menemukan adanya keterkaitan peran pengasuhan dan attachment dalam memberikan sumbangan terhadap kepribadian. Konsep itu bisa menjadi salah satu intervensi berbagai gangguan kesehatan mental maupun perilaku menyimpang termasuk agresivitas remaja.
"Pengasuhan ibu dengan anak memiliki peran penting membangun kepribadian sehingga berbagai perilaku yang tidak diharapkan [agresivitas remaja] bisa dikendalikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Kulonprogo Agustus 2026 tersedia di Satpas, MPP, hingga layanan malam. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Gunung Gandul Wonogiri terbakar dua kali dalam sehari. Sekitar 4 hektare hutan terbakar dan api baru berhasil dipadamkan pukul 20.00 WIB.
Kemenhub memperkuat kesiapan personel SAR menghadapi kecelakaan dan kebakaran kapal melalui pembekalan keterampilan serta SOP keselamatan.
Manchester United mengawali Liga Inggris 2026/2027 dengan kekalahan 0-2 dari tim promosi Hull City di MKM Stadium.
Prabowo menegaskan korporasi yang terbukti membakar hutan akan ditindak hukum. Empat perusahaan di Kalbar kini dalam penyelidikan.
Mas Marrel menghadiri pentas jathilan di Hargobinangun, Sleman. Ia mengajak warga menjaga budaya Jogja agar tetap hidup dan diwariskan generasi muda.