Kanwil Ditjen Imigrasi DIY Buka Layanan Paspor di Ruang Publik
Kanwil Ditjen Imigrasi DIY membuka layanan Pasporia di Alun-Alun Wates. Layanan paspor di ruang publik ini akan diperluas ke Bantul dan Kulon Progo.
mmahasiswa KKN dari Universitas Sebelas Maret saat melakukan sosialisasi pengembangan produk lokal di Kelurahan Baciro, Jogja./ Ist
Surakarta—Dalam upaya pemberdayaan masyarakat, mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret telah melaksanakan serangkaian kegiatan Rekognisis Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di beberapa lokasi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan tersebut meliputi pembelajaran TPA di Desa Karang Tengah, Sukoharjo; sosialisasi pengembangan produk lokal di Kelurahan Baciro, Jogja; serta kunjungan sosial ke Griya Yatim dan Dhuafa Desa Sewu, Kecamatan Jebres, Surakarta.
Tentang Rekognisi Kuliah Kerja Nyata
Rekognisi Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai bentuk implementasi tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini tidak hanya memberikan manfaat kepada masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari.
Pembelajaran TPA di Desa Karang Tengah, Sukoharjo
Pada tanggal 8 Juni 2024, mahasiswa Rekognisi KKN Universitas Sebelas Maret mengadakan kegiatan pembelajaran TPA (Taman Pendidikan Al-Quran) di Desa Karang Tengah, Sukoharjo. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh anak-anak desa yang ingin memperdalam pengetahuan mereka tentang Al-Quran. Dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, mahasiswa Rekognisi KKN Universitas Sebelas Maret berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan produktif.
Menurut salah satu mahasiswa, Angeli Azzahra Brilianda selaku ketua kelompok Rekognisi KKN, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Quran sejak dini. "Kami berharap anak-anak di Desa Karang Tengah Sukoharjo bisa membaca dan memahami Al-Quran dengan baik. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membentuk karakter mereka menjadi lebih baik," ujarnya.

Sosialisasi Pengembangan Produk Lokal di Kelurahan Baciro, Jogja
Lima hari kemudian, pada tanggal 13 Juni 2024, mahasiswa Rekognisi KKN Universitas Sebelas Maret melanjutkan misi pemberdayaan mereka dengan mengadakan sosialisasi pengembangan produk lokal untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Baciro, Yogyakarta. Sosialisasi ini memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi para pelaku UMKM mengenai inovasi produk, strategi pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital.
Salah satu peserta, Nico, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan usahanya. "Kami mendapatkan banyak ilmu baru tentang bagaimana meningkatkan kualitas produk dan menjangkau pasar yang lebih luas melalui media sosial. Ini sangat membantu kami dalam bersaing di pasar yang semakin kompetitif," katanya.
Kunjungan Sosial ke Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa di Desa Pucangsawit, Surakarta
Puncak dari rangkaian kegiatan Rekognisi KKN dari mahasiswa Universitas Sebelas Maret ini adalah kunjungan sosial ke Griya Yatim dan Dhuafa di Desa Sewu Kecamatan Jebres, Surakarta, yang dilakukan pada tanggal 15 Juni 2024. Mahasiswa Rekognisi KKN memberikan bantuan berupa sembako, kepada anak-anak di panti asuhan tersebut. Selain memberikan bantuan, mereka juga mengadakan berbagai kegiatan hiburan dan edukatif untuk menghibur anak-anak.
Salah satu anak panti asuhan, Syifa, dengan gembira mengatakan, "Kami senang sekali dengan kunjungan ini. Kami bisa bermain dan belajar bersama kakak-kakak mahasiswa. Terima kasih banyak atas perhatian dan bantuannya."
Dengan serangkaian kegiatan ini, mahasiswa Rekognisi KKN Universitas Sebelas Maret berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta menjadi agen perubahan yang positif di tengah-tengah masyarakat. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kanwil Ditjen Imigrasi DIY membuka layanan Pasporia di Alun-Alun Wates. Layanan paspor di ruang publik ini akan diperluas ke Bantul dan Kulon Progo.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.