Film Istimewa Gelar Special Screening, KOL dan Penonton Saksikan Awal
Film Istimewa, drama keluarga yang terinspirasi dari kisah nyata enam anak penyandang disabilitas, menggelar special screening di Empire XXI Cinema Yogyakarta,
LPPM UAD Mendukung Tata Kelola Desa Wisata Srikeminut Berkemajuan. /Istimewa.
JOGJA—Salah satu kunci pengembangan desa wisata adalah tata kelola wisata yang efisien dan berkelanjutan. Pemerintah telah mengenalkan Standar tata kelola yang harus diterapkan di seluruh destinasi wisata saat ini yakni CHSE atau Clean (kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keselamatan), dan Environment Suistainability (Kelesetarian lingkungan).
Konsep CHSE ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan perlindungan terhadap pengunjung wisata yang menjadi tanggung jawab pengelola destinasi wisata. Oleh karena itu, Tim LPPM UAD melakukan serangkaian kegiatan pendampingan kepada pengelola Wisata Desa Srikeminut seperti edukasi tata kelola dengan CHSE dan pelatihan wisata sehat dan safety dari bulan Juni 2024.
Tim pelaksana kegiatan adalah Firman, SKM., MPH., Muchamad Rifai, S.KM., M.Sc., dan Dr. Dyah Suryani, M.Kes, dan juga tim mahasiswa yakni Amadini M. Saffana, Ira Pebri Wulandari, Kamila Zafira.
Menurut Suwandi selaku Ketua Pengelola Desa Srikeminut mengamini bahwa mereka belum sepenuhnya menerapkan CHSE dilokasi wisata karena masih banyak staf pengelola belum paham penerapan secara teknis dan operasional. Sehingga, hadirnya kegiatan pelatihan CSHE seperti ini sangat membantu meningkatan wawasan dan kepercayaan diri pengelola wisata.
Selanjutnya, Firman sebagai ketua tim menjelaskan bahwa aspek tata kelola menjadi hal pokok dalam penerapan CHSE mencakup kebijakan/SOP, ketersediaan informasi, dan sarana prasarana kebersihan, kesehatan dan keselamatan. Secara khusus, desa wisata srikeminut merupakan destinasi yang menawarkan wisata alam sehingga aspek kelestarian lingkungan menjadi prioritas yang perlu diperhatikan oleh para pengelola wisata.
Hal senada juga disampaikan Muchammad Rifai bahwa tantangan pengelola destinasi wisata adalah bagaimana mengelola risiko dikawasan wisata, mulai dari mengenali, mengukur hingga mengendalikan risiko seperti risiko jatuh, terpeleset, tenggelam dan termasuk risiko bencana alam. Sederhananya, pengelola wisata harus mampu mencegah risiko kecelakaan/cedera akibat kegiatan wisata dengan cara memberikan kenyamanan dan keselamatan kepada setiap pengunjung wisata baik kondisi normal atau tidak.
Untuk mendukung arah pengembangan destinasi wisata, tim juga memberikan bantuan dan edukasi penggunaan safety sign dan kotak P3K sebagai upaya pemenuhan standar minimun penerapan CHSE dan berharap para pengelola semakin semangat berinovasi untuk kemajauan wisata desa srikeminut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Film Istimewa, drama keluarga yang terinspirasi dari kisah nyata enam anak penyandang disabilitas, menggelar special screening di Empire XXI Cinema Yogyakarta,
Kisah Muhammad Ali Taher, pengusaha Palestina yang menyerahkan seluruh hartanya untuk membantu Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari Belanda.
Investasi langsung perusahaan Jerman di AS anjlok hampir dua pertiga secara tahunan menjadi hanya €4,3 miliar di semester I 2026—level terendah sejak 2023. Kebi
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi industri keuangan di DIY untuk memperkuat peran sektor jasa keuangan dalam mewujudkan
Indonesia bukan satu-satunya negara yang merdeka di bulan Agustus. India (15/8), Malaysia (31/8), Korea (15/8), hingga Ukraina (24/8) juga rayakan kemerdekaan d
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melepas keberangkatan 16 personel gabungan dan ribuan paket bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Provinsi NTT