GSM AWARD 2026: Akun Medsos Pemda DIY Sapu 4 Penghargaan
Humas Pemda DIY mendominasi penerimaan Government Social Media (GSM) Award 2026 dengan menyapu bersih seluruh kategori penghargaan tingkat pemerintah provinsi.
LPPM UAD Mendukung Tata Kelola Desa Wisata Srikeminut Berkemajuan. /Istimewa.
JOGJA—Salah satu kunci pengembangan desa wisata adalah tata kelola wisata yang efisien dan berkelanjutan. Pemerintah telah mengenalkan Standar tata kelola yang harus diterapkan di seluruh destinasi wisata saat ini yakni CHSE atau Clean (kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keselamatan), dan Environment Suistainability (Kelesetarian lingkungan).
Konsep CHSE ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan perlindungan terhadap pengunjung wisata yang menjadi tanggung jawab pengelola destinasi wisata. Oleh karena itu, Tim LPPM UAD melakukan serangkaian kegiatan pendampingan kepada pengelola Wisata Desa Srikeminut seperti edukasi tata kelola dengan CHSE dan pelatihan wisata sehat dan safety dari bulan Juni 2024.
Tim pelaksana kegiatan adalah Firman, SKM., MPH., Muchamad Rifai, S.KM., M.Sc., dan Dr. Dyah Suryani, M.Kes, dan juga tim mahasiswa yakni Amadini M. Saffana, Ira Pebri Wulandari, Kamila Zafira.
Menurut Suwandi selaku Ketua Pengelola Desa Srikeminut mengamini bahwa mereka belum sepenuhnya menerapkan CHSE dilokasi wisata karena masih banyak staf pengelola belum paham penerapan secara teknis dan operasional. Sehingga, hadirnya kegiatan pelatihan CSHE seperti ini sangat membantu meningkatan wawasan dan kepercayaan diri pengelola wisata.
Selanjutnya, Firman sebagai ketua tim menjelaskan bahwa aspek tata kelola menjadi hal pokok dalam penerapan CHSE mencakup kebijakan/SOP, ketersediaan informasi, dan sarana prasarana kebersihan, kesehatan dan keselamatan. Secara khusus, desa wisata srikeminut merupakan destinasi yang menawarkan wisata alam sehingga aspek kelestarian lingkungan menjadi prioritas yang perlu diperhatikan oleh para pengelola wisata.
Hal senada juga disampaikan Muchammad Rifai bahwa tantangan pengelola destinasi wisata adalah bagaimana mengelola risiko dikawasan wisata, mulai dari mengenali, mengukur hingga mengendalikan risiko seperti risiko jatuh, terpeleset, tenggelam dan termasuk risiko bencana alam. Sederhananya, pengelola wisata harus mampu mencegah risiko kecelakaan/cedera akibat kegiatan wisata dengan cara memberikan kenyamanan dan keselamatan kepada setiap pengunjung wisata baik kondisi normal atau tidak.
Untuk mendukung arah pengembangan destinasi wisata, tim juga memberikan bantuan dan edukasi penggunaan safety sign dan kotak P3K sebagai upaya pemenuhan standar minimun penerapan CHSE dan berharap para pengelola semakin semangat berinovasi untuk kemajauan wisata desa srikeminut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Humas Pemda DIY mendominasi penerimaan Government Social Media (GSM) Award 2026 dengan menyapu bersih seluruh kategori penghargaan tingkat pemerintah provinsi.
Polisi menangkap penghubung pelaku pembacokan Kotabaru yang membantu pelarian ke Cilacap. Tersangka diketahui kerap berpindah persembunyian.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 11 Juni 2026. Rute ke Sleman City Hall, Condongcatur, Gamping, dan Kota Jogja dengan tarif Rp80.000.
Mentan Amran mengusulkan konsumsi telur dan ayam dalam program MBG ditingkatkan menjadi tiga kali sepekan untuk menopang harga peternak.
Jadwal Angkutan KSPN Jogja 11 Juni 2026 dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 hingga Rp26.000.
Pemkab Sleman menyusun dokumen pengajuan dana pusat untuk revitalisasi Stadion Tridadi agar berstandar nasional dan mendukung atletik.