Bedah Buku Judi Online Ingatkan Bahaya Utang Keluarga
Cerita mengenai warga yang kehilangan harta benda akibat jeratan judi online menjadi perhatian dalam kegiatan bedah buku di Balai Kalurahan Jatiayu, di Karangmo
Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (HMPS Kom.), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengenal lebih dekat mengenai konsep smart city di Ibu Kota Nusantara (IKN). Istimewa/Kemensetneg
JOGJA—Sebanyak 25 mahasiswa Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (HMPS Kom), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengenal lebih dekat mengenai konsep smart city di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang kini masih dalam tahap pembangunan saat mengunjungi Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) belum lama ini.
Dikutip dari laman resmi Kemensetneg, kunjungan ini merupakan kegiatan Program Studi Perspektif 2024 HMPS Kom. dengan tema Walking Through the Right Path: Exploring the Best Action in Communication. Program ini tidak hanya mendekatkan mahasiswa pada instansi pemerintah tetapi juga mengenalkan teori komunikasi yang mengaplikasikan program praktik kerja Kemensetneg dan untuk mendorong eksplorasi, refleksi, serta pemahaman komunikasi dalam berbagai konteks terhadap mahasiswa.
Kepala Biro Humas, Eddy Cahyono Sugiarto menjelaskan transformasi di era digital beberapa tahun yang lalu dan saat ini berbeda. Guna menciptakan inovasi, diperlukan pemanfaatan media-media baru.
Kemensestneg, kata dia, juga memanfaatkan media baru sehingga menjadi gaya komunikasi yang menarik bagi generasi muda. “Kemensetneg mencoba mengembangkan pemanfaatan teknologi dengan bertransfomasi menggunakan new media. Maka dari itu, kegiatan-kegiatan Pak Presiden dapat terpublikasi real time seperti dalam bentuk press release, Setneg Pedia dan lain sebagainya. Hal ini merupakan bentuk perubahan ke new media dengan melakukan pemanafaatan inovasi dan lain-lain. Jadi, penting menggali bagaimana kita mengubah cara berkomunikasi,” ungkap Eddy.
Tak hanya mengenal media baru, para mahasiswa juga diperkenalkan lebih jauh mengenai IKN. Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Mohammed Ali Berawi menyampaikan IKN yang memiliki luas area daratan dan perairan sebesar 324.332 Hektare. IKN ini menerapkan A Modern City of The Future sebagai prinsip elemen Ibu Kota Baru.
“Jadi, filosofi prinsip membangun ibu kota baru adalah IKN akan dibangun sebagai kota yang hijau, berkelanjutan dan berketahanan. Hal ini sangat berpengaruh dalam perencanaan pembangunan kota. IKN akan menjadi kota modern dan kota pintar, ini menjadi tolok ukur perencanaan membuat pola prinsip pembangunan kota,” ucap Ali.
Ali mengatakan hutan tropis menjadi penyerap karbon dan kawasan urban yang tertata untuk meminimalkan emisi. IKN memiliki 10% kawasan hijau dan juga produksi pangan tetapi hanya 25% area perkotaan. Sementara, IKN ingin mewujudkan tata letak kota untuk mengurangi carbon emission dengan 75% wilayah hijau sebagai karbon C (nonlogam dan tetravalen) yang dapat membantu penyerapan, sedangkan 25% pembangunan kota dapat dikontrol. Terkait dengan hal tersebut, pada 2045 ditargetkan akan terwujud kota dengan netral karbon. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cerita mengenai warga yang kehilangan harta benda akibat jeratan judi online menjadi perhatian dalam kegiatan bedah buku di Balai Kalurahan Jatiayu, di Karangmo
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Kementan pastikan stok hewan kurban 2026 surplus 891 ribu ekor. Pasokan aman, harga terkendali jelang Iduladha.
Prabowo menyaksikan penyerahan Rp10,27 triliun hasil penertiban kawasan hutan. Dana ini bisa renovasi 5.000 puskesmas.