Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Mahasiswa Doktoral Ilmu Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada Tia Erfianti, berhasil meraih penghargaan bergengsi Kurita Grant Japan 2024 usai melakukan riset tentang pengolahan limbah limbah cair dari industri kelapa sawit dengan menggunakan mikroalga./Istimewa -- UGM
Harianjogja.com, SLEMAN—Mengembangkan riset pengolahan limbah cair dari industri kelapa sawit, Mahasiswa Doktoral Ilmu Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada (UGM), Tia Erfianti berhasil meraih penghargaan bergengsi Kurita Grant Japan 2024.
Dari tangan Tia, limbah cair dari industri kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) mampu diolah menggunakan mikroalga.
Kurita Grant, atau Kurita Water and Environment Foundation (KWEF) Grant merupakan hibah penelitian untuk pengelolaan air dan teknologi lingkungan yang ditujukan bagi mahasiswa doktoral, dosen maupun akademisi.
Penghargaan ini tidak hanya memberikan dukungan finansial bagi penelitian Tia dan timnya, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan para peneliti di Jepang.
"Saya merasa senang dan bersyukur sekali, riset saya mendapat penghargaan dari KWEF," kata Tia pada Kamis (3/10/2024).
Penelitian Tia berfokus pada pemanfaatan limbah cair kaya nitrogen sebagai media tumbuh mikroalga. Dengan produksi POME yang mencapai 28,7 juta ton per tahun di Indonesia, Tia melihat potensi besar untuk mengelola limbah ini dan mengubahnya menjadi sumber daya.
Tia dibantu oleh Brilian Ryan Sadewo dari Fakultas Teknik dan Renata Adaranyssa Egistha Putri dari Sekolah Pascasarjana dengan mengusulkan topik riset yang sangat relevan dengan tantangan lingkungan saat ini, yakni Microalgae-Based Nitrogen-Rich Wastewater Treatment Enhanced by Biorefinery Concept and Omics Technology for Sustainable Waste Management.
"Tim riset kami di Fakultas Biologi telah memiliki lebih dari 35 strain mikroalga unggulan dari Indonesia yang mampu meremediasi limbah khususnya limbah perairan. Sehingga, tercetuslah ide untuk memanfaatkan limbah cair tersebut," tegasnya.
Untuk mendapatkan penghargaan tersebut, Tia harus melewati perjalanan yang tidak mudah. Tia harus merangkum seluruh ide penelitian dalam satu halaman yang telah ditentukan oleh panitia. Setelah mendapatkan persetujuan dari dosen pembimbing, proposal yang disusunnya harus melewati proses seleksi dari Kurita Water and Environment Foundation (KWEF) yang berlangsung selama tiga hingga empat bulan.
BACA JUGA: Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api, Kawasan Bong Suwung Jogja Dibongkar
"Proposal kami akhirnya terpilih dan mendapatkan pendanaan sekitar 400.000 yen, setara dengan Rp43 juta, untuk durasi riset satu tahun," jelasnya.
Riset Tia berpijak pada persoalan pengelolaan perairan di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan. Menurut Tia ada beberapa masalah utama yang mempengaruhi kurang baiknya pengelolaan ini.
Di antaranya seperti tingginya tingkat pencemaran, keterbatasan infrastruktur pengolahan limbah, serta tekanan besar terhadap sumber daya air akibat aktivitas industri, pertanian, dan urbanisasi.
"Melalui event ini, saya bisa memberikan andil kontribusi terhadap perairan di Indonesia dalam upaya meremediasi limbah POME," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
General Motors menghentikan penjualan mobil baru Chevrolet di China setelah 21 tahun. Meski demikian, produksi tetap berlanjut untuk memenuhi pasar ekspor globa
Status desil bansos tiba-tiba naik meski kondisi ekonomi belum berubah? Ketahui penyebab kenaikan desil, dampaknya terhadap PKH dan BPNT, serta cara mengajukan
Lionel Messi kembali ke Inter Miami usai sang ayah wafat, namun The Herons kalah dramatis 2-3 dari Leon di Leagues Cup 2026 dan tersingkir.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca