PSEL Mundur ke 2028, Jogja Andalkan Gerakan Mas JOS Tekan Sampah
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Perguruan Tinggi - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Jogja mendorong agar perguruan tinggi semakin lincah dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja untuk industri. Wakil Ketua ISEI Cabang Yogyakarta, Gumilang Aryo Sahadewo mengatakan dunia industri saat ini berjalan sangat cepat sementara kebijakan perguruan tinggi belum lincah.
Menurutnya kurikulum dan program studi (Prodi) perlu dilakukan penyesuaian-penyesuaian meski tidak mudah. Gumilang menyampaikan ini menjadi tantangan secara umum yang perlu didiskusikan kembali, antara pengambil kebijakan, portofolio perguruan tinggi atau portofolio pendidikan tinggi di Indonesia yang ideal seperti apa.
"Istilahnya industri ini perjalanannya seperti Formula 1 sementara kebijakan perguruan tinggi belum agile [lincah]," ucapnya, Rabu (1/1/2025).
BACA JUGA : Ini Harapan ISEI Cabang Yogyakarta untuk Pemerintahan Baru Prabowo-Gibran
Ia mengatakan saat ini masyarakat inginnya masuk ke universitas. Tapi sebenarnya masih banyak dibutuhkan sekolah vokasi dan politeknik. Sehingga bisa mencetak tenaga-tenaga kerja yang sangat dibutuhkan pasar.
Ia mencontohkan kebutuhan inti di rumah sakit tidak hanya dokter, namun ada perawat hingga admin. Mereka ditumbuhkembangkan di Poltekkes atau sekolah tinggi kesehatan dan lainnya.
Kemudian sektor konstruksi sebagian besar tenaga kerjanya informal. Menurutnya hal ini disebabkan karena mereka tidak punya pendidikan dan pelatihan yang formal. "Bagaimana kalau kita ciptakan ekosistem pendidikan, misalnya yang kerja di konstruksi," ujarnya.
Adapun sektor tourism, sebagian besar pekerjanya juga masih informal. Oleh karena itu dia mendorong agar dibuat sistem pendidikan dan pelatihan untuk memastikan mereka punya pengetahuan dan keterampilan terkait.
Dia juga mendorong agar pemerintah daerah (Pemda) DIY dan bisnis bisa duduk bersama dan membuat pernyataan visi misi pengembangan pariwisata kedepan akan seperti apa. Kemudian bisa diturunkan ke UMKM pendukungnya. "Lalu apa yang bisa dilakukan sektor pendidikan tinggi di DIY. Kemudian nanti perlu ada penyesuaian Prodi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.
Persija Jakarta menang 3-1 atas Persik Kediri di Stadion Brawijaya lewat dua gol Gustavo Almeida pada pekan ke-33 Super League.
Tabrakan kereta barang dan bus di Bangkok, Thailand, menewaskan delapan orang dan melukai 32 korban di dekat Stasiun Makkasan.