Marc Marquez Dibayangi Kutukan Mandalika Jelang GP Indonesia
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Ilustrasi mahasiswa - StockCake
Harianjogja.com, SURABAYA—Jawa Timur (Jatim) menjadi provinsi dengan siswa terbanyak diterima melalui jalur tanpa tes selama enam tahun berturut-turut. Tahun ini, sebanyak 27.994 siswa dari Jatim dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian ini. "Alhamdulillah, berdasarkan pengumuman Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BP3) pada Selasa (18/3), Jatim kembali menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang lolos PTN melalui jalur SNBP," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (19/3/2025).
BACA JUGA: Kuota SNBP 2025 Tak Dipakai 100 Persen, Ini Alasannya
Menurut data SNBP 2025, Jawa Timur menempati peringkat pertama secara nasional dengan persentase 26,35 persen dari total siswa yang diterima. Disusul Jawa Barat dengan 18.437 siswa, Jawa Tengah 14.676 siswa, Sumatera Utara 13.510 siswa, dan Aceh 8.427 siswa.
Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada para guru Bimbingan Konseling (BK) dan orang tua yang telah mendampingi para siswa hingga berhasil masuk PTN sesuai minat dan kemampuan mereka.
"Pendampingan guru BK dan orang tua sangat penting, terutama karena keketatan SNBP 2025 mencapai sekitar 22 persen atau hampir 1:5," ujarnya.
Selain menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak di jalur reguler SNBP, Jawa Timur juga mencatatkan jumlah penerima KIP Kuliah terbanyak. Dari total 36.071 pelamar KIP Kuliah asal Jawa Timur, sebanyak 6.601 siswa berhasil diterima.
Peringkat kedua ditempati Sumatera Utara dengan 5.873 siswa dari 21.689 pelamar, disusul Jawa Barat dengan 5.104 siswa dari 34.700 pelamar.
Khofifah menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap anak bangsa, termasuk mereka yang kurang mampu secara ekonomi.
"KIP Kuliah memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan tinggi. Ini harus menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berprestasi," kata Khofifah.
Bagi siswa yang belum lolos SNBP, Gubernur Khofifah meminta agar tidak patah semangat dan tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT).
"Masih ada jalur UTBK-SNBT. Saya berharap kepala sekolah dan guru terus mendampingi siswa agar mereka bisa berhasil di seleksi berikutnya," ujarnya.
Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 menyediakan daya tampung sebanyak 181.425 kursi di 146 PTN, yang terdiri atas 76 PTN akademik, 44 PTN vokasi, dan 26 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Hasil seleksi SNBP 2025 menunjukkan sebanyak 173.028 siswa diterima, terdiri dari 150.547 siswa di PTN akademik atau 97,02 persen dari daya tampung dan 22.481 siswa di PTN vokasi atau 85,65 persen dari daya tampung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Banjir Thailand mengganggu pasokan komponen dan membuat Toyota menghentikan sementara operasi empat pabriknya.
Prediksi Wales vs Norwegia di Nations League 2026/2027. Haaland menjadi ancaman saat The Dragons memburu poin pertama di Cardiff.
Jerman vs Serbia di Nations League menjadi kesempatan Klopp memburu kemenangan pertama bersama Die Mannschaft di Allianz Arena.
AI mulai memengaruhi pilihan karier anak muda AS. Pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan teknis makin dilirik di tengah perubahan pasar kerja.
Pembangunan dan pemeliharaan jalan di Bantul membantu petani dan pelaku UMKM memperlancar mobilitas, distribusi hasil panen, serta pemasaran produk.