Banjir di Sintang Kalbar Putus 13 Jembatan, Akses Bantuan Terhambat
Banjir di Sintang Kalimantan Barat putuskan 13 jembatan gantung. Ribuan warga terdampak, distribusi bantuan terkendala.
Mahasiswi Magister Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Romiana. ANTARA/HO-Dokumen Pribadi
Harianjogja.com, SURABAYA— Romiana, Mahasiswi Magister Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, mencatatkan prestasi gemilang. Dia mampu merampungkan studi dalam waktu 1,5 tahun dan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.
Mahasiswi asal Balikpapan itu bahkan telah dipercaya menjadi dosen di Program Studi D4 Vokasi Unair sejak duduk di semester dua perkuliahan. Romiana mengungkapkan keputusan untuk melanjutkan studi magister diambil secara mendadak usai menikah pada 2023. Ia rela bolak-balik Balikpapan-Surabaya setiap bulan demi mengejar ketertinggalan kuliah.
“Menjadi lulusan terbaik memang pernah menjadi mimpi saya, tetapi saya tidak menyangka bisa berdiri di depan pada wisuda ke-251. Yang saya ingat, dalam setiap proses, saya selalu mencoba memberikan yang terbaik," ujar Romiana saat dihubungi di Surabaya, Senin.
Semasa menempuh pendidikan magister di FIB Unair, Romiana tidak hanya mencatatkan prestasi akademik, tetapi juga menunjukkan kedisiplinan tinggi, kecintaan terhadap dunia literasi, serta kemampuan mengelola waktu dengan efektif.
"Aku memang suka belajar, mulai dari mengerjakan proyek-proyek penelitian kecil hingga menjadi asisten dosen," katanya.
Romiana terbiasa datang pagi ke kampus, menyempatkan diri membaca jurnal, dan aktif berpartisipasi dalam berbagai forum akademik.
Menyelesaikan pendidikan hanya dalam 1 tahun 5 bulan, bagi Romiana bukan semata-mata tentang kecepatan, melainkan tentang bagaimana memaksimalkan proses belajar sambil tetap berkembang di luar ruang kelas.
Saat ditawari mengajar di Vokasi Unair, Romiana sempat merasa ragu karena statusnya yang belum lulus.
"Saya sempat ragu, apakah pantas mengajar? Tapi kampus melihat potensi besar dalam diri saya," katanya mengenang.
Romiana mengaku perjalanan tersebut tidak mudah. Ia harus membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, menjadi istri, dan mengelola kehidupan pribadi. Dukungan keluarga menjadi kunci keberhasilannya.
"Alhamdulillah, suami dan orang tua selalu memberikan dukungan penuh, sehingga jalan studi saya terasa dimudahkan," ujarnya.
Kini, setelah resmi mengantongi gelar Magister, Romiana menargetkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral di bidang Cultural Studies dalam waktu dekat.
Ia berkomitmen untuk terus berkontribusi di bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta memberdayakan masyarakat melalui penelitian, khususnya dalam pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Banjir di Sintang Kalimantan Barat putuskan 13 jembatan gantung. Ribuan warga terdampak, distribusi bantuan terkendala.
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
Samsung kembangkan ponsel layar gulung dengan kamera bergerak adaptif yang mengikuti perubahan ukuran layar.
Ketua LPS Anggito Abimanyu soroti paradoks literasi keuangan di era digital dalam JFF 2026 Jogja.
Satpol PP Gunungkidul dan Bea Cukai sita 152 ribu batang rokok ilegal dalam razia beruntun di sejumlah kapanewon.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.