Jadwal KA Bandara YIA Selasa 30 Juni 2026, Cek Keberangkatan Terkini
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 30 Juni 2026 lengkap rute YIA–Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Dosen, mahasiswan hingga tenaga kependidikan menampilkan seni pertunjukan untuk menyuarakan isu kepedulian lingkungan di Auditorium UII, Rabu (30/4/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan akademisi Universitas Islam Indonesia (UII) terdiri dosen, mahasiswa hingga tenaga kependidikan menampilkan pementasan seni dengan mengangkat isu-isu lingkungan dalam Festival Seni Pertunjukan 2025 yang digelar di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir kampus setempat, Rabu (30/4/2025).
Festival Seni Pertunjukan 2025 menyuguhkan 10 kelompok penampil. Terdiri atas Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Agama Islam, Yayasan Badan Wakaf, Rektorat, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan serta Fakultas Hukum.
Aksi tersebut dinilai langsung oleh tokoh dan seniman nasional Dik Doank dan Tyok Satrio serta fotografer senior Arbain Rambey. "Bahwa tema UII Mengerti Bumi menjadi penanda penting atas kepekaan kampus terhadap tantangan global. Merupakan ajakan bagi kita semua untuk merenungkan kembali hubungan manusia dan alam," kata Rektor UII Profesor Fathul Wahid dalam keterangan tertulis.
Menurutnya krisis iklim, polusi, dan kerusakan lingkungan bukan hanya tantangan ilmiah, tetapi juga tantangan moral. Sebagai institusi pendidikan berbasis nilai keislaman, UII memiliki tanggung jawab untuk menanamkan kesadaran ekologis kepada generasi muda.
"Mari kita rawat bumi ini dengan ilmu, dengan aksi nyata, dan dengan hati nurani. Karena memahami bumi berarti juga memahami masa depan kita bersama,” ujarnya.
Ketua Festival Seni Pertunjukan 2025 Ike Agustina menambahkan aspek keberlanjutan juga diterapkan dalam teknis pelaksanaan kegiatan. Komitmen ini tidak hanya tercermin dalam tema-tema pertunjukan yang mengangkat isu lingkungan dan bumi, tetapi juga dalam pelaksanaan kegiatan.
BACA JUGA: Ratusan Seniman Jaran Kepang Temanggung Sambut Hari Tari Sedunia
"Kami berusaha mewujudkan acara yang lebih ramah lingkungan, dengan menyajikan kudapan tradisional rendah emisi karbon, menerapkan prinsip minim sampah plastik, serta berkomitmen untuk hemat energi sepanjang kegiatan berlangsung. Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari kontribusi UII untuk bumi yang lebih lestari,” katanya.
Dalam festival itu terpilih kelompok Yayasan Badan Wakaf sebagai juara 1, kemudian Fakultas Hukum juara 2 dan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan juara 3. "Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga agen perubahan sosial dan lingkungan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 30 Juni 2026 lengkap rute YIA–Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan terbaru di sini.
BTS memecahkan rekor pendapatan tur bulanan tertinggi dalam sejarah Billboard Top Tours dengan pemasukan Rp2,08 triliun sepanjang Mei 2026.
Tombol dashboard mobil bisa cepat rusak akibat panas, debu, dan tumpahan cairan. Kenali penyebabnya agar terhindar dari biaya perbaikan mahal.
Kulonprogo menyiapkan 20 tangki air bersih dan armada distribusi untuk mengantisipasi kekeringan akibat El Nino selama musim kemarau 2026.
MotoGP resmi bertahan di Sepang hingga 2031. Kontrak baru Malaysia memastikan balapan kelas dunia tetap hadir di Asia Tenggara.
Disdikpora Bantul menegaskan siswa baru boleh memakai seragam bekas kakak. Sekolah juga dilarang menjual atau mewajibkan pembelian seragam.