Kasus KDRT Masih Mendominasi Meski Kekerasan di Sleman Turun
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menggelar Festival Dalang Cilik di Pendopo Foodcourt UNY, Selasa (13/5/2025)-Kamis (15/5/2025). Festival ini merupakan wadah untuk melahirkan dalang muda. - ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menggelar Festival Dalang Cilik di Pendopo Foodcourt UNY, Selasa (13/5/2025) - Kamis (15/5/2025). Festival ini merupakan wadah untuk melahirkan dalang muda.
Ketua Panitia, Galang Prastowo, mengatakan festival tersebut digelar rutin setiap tahun untuk peserta jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Ada total 78 peserta yang ikut dalam festival.
“Ada 18 finalis dari keseluruhan peserta. Peserta tidak lolos seleksi ada 58 orang, mereka berasal dari DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” kata Galang, Selasa (13/5/2025).
Galang menegaskan semua peserta telah melalui proses seleksi awal yang ketat. Seleksi dilakukan oleh dewan juri melalui pengiriman video kepada panitia. Selama tiga hari pelaksanaan, para finalis akan menunjukkan kemampuan mereka melalui pembawaan kisah-kisah wayang.
Festival tersebut menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih hidup dan berkembang di kalangan generasi muda. Para siswa dari sejumlah sekolah dasar juga turut menyaksikan secara langsung final tersebut.
Rektor UNY, Profesor Sumaryanto, mengatakan penyelenggaraan festival kali ini dilakukan secara kolaboratif antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB).
BACA JUGA: Dua Ekor Sapi Kurban untuk Presiden Prabowo Dipasok dari Bantul
“Festival ini merupakan wadah lahirnya talenta-talenta muda berbakat di bidang pedalangan. Sebab itu, saya mohon kepada Dekan FBSB yang baru untuk terus mengapresiasi dan merawat seni di UNY,” kata Sumaryanto.
Sumaryanto mengaku Festival Dalang Cilik tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-61 UNY.
Panitia akan mengambil tiga juara untuk setiap kategori. Mereka akan mendapat hadiah uang pembinaan sesuai posisi juara. Juara I akan mendapat Rp7,5 juta; Juara II akan mendapat RP5,5 juta; dan Juara III Rp3,5 juta. Selain itu, ada piagam penghargaan dan trofi.
Kriteria penilaian mencakup lakon, antawecana, sabet, dan sanggit. Kriteria lain ada iringan yang mencakup dhodhongan, keprakan, sulukan, dan karawitan. Terakhir adalah keseluruhan penyajian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Mendagri Tito Karnavian menyebut aturan gaji kepala daerah yang berlaku sejak 2000 akan direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan kinerja daerah.
Pemkot Jogja akan menertibkan plang Jalan Malioboro yang dipasang tanpa izin resmi. Plang dekorasi tetap diperbolehkan selama bukan berfungsi sebagai rambu ja
AS menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan Iran dan delapan kapal tanker terkait dugaan skema pemerasan kapal di Selat Hormuz.
Delegasi DUN Sabah mempelajari tata kelola Keistimewaan DIY dan Dana Keistimewaan sebagai rujukan kewenangan khusus pemerintahan daerah.
Panitia Jogja Halal Festival (JHF) #3 resmi meluncurkan Jogja Halal Festival #3 Tahun 2026 di Ruang Bangsal Mataram, Lantai 2, Kantor Perwakilan Bank Indonesia