Dekan FK-KMK UGM Bawa Suara Komunitas Jalanan Indonesia ke Forum Pandemi Global
Dekan FK-KMK UGM Prof. Yodi Mahendradhata membawa isu komunitas jalanan Indonesia dalam forum kesiapsiagaan pandemi global di New York.
Proses pengambilan data untuk proyek “Mengintegrasikan Embung, Sistem Penyimpanan Air Berbasis Pengetahuan Lokal dengan Teknologi IoT untuk Konservasi Air Tawar di Lanskap Kering Kulonprogo".
KULONPROGO—Tim peneliti dari Disaster Risk Reduction Center (DRRC) Universitas Indonesia bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) telah melaksanakan serangkaian kegiatan pengumpulan data terkait proyek “Mengintegrasikan Embung, Sistem Penyimpanan Air Berbasis Pengetahuan Lokal dengan Teknologi IoT untuk Konservasi Air Tawar di Lanskap Kering Kulonprogo".
Adapun proses pengumpulan data lapangan dilakukan sepanjang bulan Maret 2025 di Dukuh Bendo, Desa Ngentakrejo, Lendah, Kulonprogo. Tim peneliti dipimpin oleh Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si., Ph.D., yang baru-baru ini diangkat sebagai National Geographic Explorer. Proyek ini didukung oleh National Geographic Society melalui program World Freshwater Initiative.
BACA JUGA: Ilmuwan Jogja Temukan Obat Antikanker dan Diabetes dari Bahan Alam, Sudah Dipatenkan
Tujuan dari pengumpulan data ini adalah untuk mengeksplorasi dan memetakan pengetahuan serta persepsi masyarakat terhadap embung—waduk tradisional—dan potensi integrasi teknologi Internet of Things (IoT) untuk pengelolaan air tawar yang lebih efisien. Inisiatif ini bertujuan memahami lebih dalam bagaimana pengetahuan lokal dan inovasi teknologi dapat dikombinasikan untuk membangun sistem pengelolaan air yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.
Pengumpulan data dilakukan secara bertahap guna memastikan pendekatan yang komprehensif dan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi wawancara, survei, dan diskusi informal dengan warga, kelompok tani, dan tokoh masyarakat. Dengan menjalin kolaborasi erat bersama pemangku kepentingan lokal serta memanfaatkan keahlian wilayah dari UGM, tim peneliti memastikan bahwa wawasan yang diperoleh mencerminkan pengalaman dan kebutuhan nyata komunitas.
Temuan dari fase ini akan menjadi dasar dalam merancang intervensi selanjutnya, termasuk sistem pemantauan berbasis IoT, lokakarya edukatif, dan rencana revitalisasi embung yang dikembangkan bersama masyarakat. Upaya kolaboratif ini menegaskan pentingnya inovasi yang berakar pada kearifan lokal dan proses partisipatif demi mencapai ketahanan air yang berkelanjutan. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dekan FK-KMK UGM Prof. Yodi Mahendradhata membawa isu komunitas jalanan Indonesia dalam forum kesiapsiagaan pandemi global di New York.
KPK menggeledah Kantor Pertanahan Kota Mojokerto terkait penyidikan dugaan korupsi mafia tanah ATR/BPN yang bermula dari OTT kasus HGB Summarecon.
Anggota Komisi C DPRD Bantul Yuliana Tumonglo meminta Pemkab memperbanyak embung dan memperluas jaringan PDAM untuk mengatasi kekeringan.
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Yusril Ihza Mahendra mengaku belum mengetahui pembebasan bersyarat Bechi. Ia akan berkoordinasi dengan Kementerian Imipas.
Kaspersky mengungkap ransomware Payload yang mengambil alih jaringan perusahaan tanpa mengenkripsi file, tetapi tetap mengunci sistem dan mencuri data.