SE Guru Non-ASN Terbit, Guru Honorer Kini Lebih Tenang Mengajar
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Mendikdasmen Abdul Muti./Dok. Muhammadiyah
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan bermutu sebagai pilar utama pembangunan manusia Indonesia.
"Kami berupaya keras untuk memastikan setiap warga negara memiliki akses dan kesempatan yang sama untuk pendidikan yang berkualitas," ujar Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu.
Menurut Mendikdasmen, visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) adalah menyediakan layanan pendidikan berkualitas sebagai amanat konstitusi.
BACA JUGA: Rafinha Ungkap Alasan Bertahan di PSIM Jogja
Dalam upayanya meningkatkan kualitas pendidikan, pihaknya melakukan revitalisasi dan rehabilitasi 11.000 lebih satuan pendidikan di seluruh Indonesia mulai tahun ini, dengan alokasi anggaran sebesar Rp16,9 triliun.
Mendikdasmen mengatakan arahan Presiden Prabowo juga mencanangkan digitalisasi pendidikan dengan pengiriman sekitar 300.000 papan pintar secara bertahap ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Program itu akan dilengkapi dengan pelatihan guru dan penyiapan materi pembelajaran untuk program kelas cerdas (smart classroom).
Mendikdasmen mencontohkan beberapa daerah, seperti di Gorontalo dan Kalimantan Tengah, telah mengimplementasikan program smart classroom secara mandiri, termasuk juga Kalimantan Timur.
"Ini adalah bagian dari usaha kami agar sarana dan prasarana pendidikan dapat terpenuhi," ucapnya saat dialog pendidikan di Samarinda.
Pemerintah juga memprioritaskan peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru. Tahun ini dialokasikan 12.000 beasiswa bagi guru yang belum berpendidikan S1/D4, dengan bantuan maksimal Rp3 juta per semester. Prioritas diberikan kepada guru TK dan PAUD.
Untuk meningkatkan kesejahteraan, kata dia, guru honorer bakal menerima bantuan Rp300.000 per bulan mulai Juli mendatang, yang diperuntukkan bagi sekitar 315.000 guru di seluruh Indonesia dengan mengajar minimal 15 jam pertemuan per pekan.
Selain itu dalam rangka peningkatan kompetensi, guru akan diwajibkan mengikuti pelatihan. Ada satu hari dalam sepekan d mana guru tidak perlu mengajar dan dapat digunakan untuk belajar. "Biaya pelatihan guru kini juga dapat dibiayai dari dana BOS," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Johann Zarco mengalami cedera ACL, PCL, dan meniskus usai kecelakaan di MotoGP Catalunya 2026 dan terancam absen panjang.
Dugaan tindakan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan Lurah Garongan, Panjatan, Kulonprogo masih terus didalami. Setelah bertemu Bupati Kulonprogo, Agung Setyaw
Veda Ega Pratama finis kedelapan di Moto3 Catalunya 2026 meski start dari posisi 20 dan tetap bertahan di lima besar klasemen.
Jangan sembarangan membagikan data pribadi ke chatbot AI. Ini 7 informasi sensitif yang sebaiknya tidak pernah dimasukkan ke AI.
Calvin Verdonk resmi menjadi pemain Indonesia pertama yang tampil di Liga Champions setelah Lille lolos ke fase grup musim depan.