Mendikasmen: Pendidikan Gizi Tak Harus Masuk Kurikulum

Newswire
Newswire Minggu, 20 Juli 2025 22:47 WIB
Mendikasmen: Pendidikan Gizi Tak Harus Masuk Kurikulum

Abdul Muti./Dok. Muhammadiyah

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti memandang pendidikan gizi tidak perlu masuk ke dalam kurikulum, melainkan harus ditanamkan lewat kebiasaan.

"Saya mengatakan sejak awal, Makan Bergizi Gratis itu juga bagian dari penanaman pendidikan karakter, misalnya selalu berdoa sebelum makan. Itu kan nilai-nilai spiritual. Kemudian nilai-nilai menghormati sesama, makan harus tenggang rasa, nilai kebersihan, ketertiban, cinta lingkungan, kepemimpinan," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, kebiasaan memiliki peran penting dalam membentuk perilaku dan karakter seseorang. Kebiasaan yang baik, jika dilakukan secara teratur, akan membentuk karakter positif pada anak.

"Jangan dimaknai semuanya dalam bentuk mata pelajaran, karena tidak semua hal itu harus diajarkan di sekolah. Dibiasakan saja. Kalau nanti bentuknya mata pelajaran, ujung-ujungnya hanya pengetahuan tapi tidak menjadi perilaku. Jadi pendidikan itu adalah proses kita membentuk perilaku melalui kebiasaan dan pembiasaan," kata Abdul Mu'ti.

BACA JUGA: KM Barcelona V Terbakar, 5 Orang Penumpang Dilaporkan Meninggal Dunia

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menjadikan pendidikan gizi sebagai bagian dari kurikulum sekolah.

Dewan Pakar Bidang Gizi BGN Ikeu Tanziha mengatakan bahwa edukasi gizi yang terstruktur dan terintegrasi di lingkungan sekolah sangat penting dalam membentuk pemahaman komprehensif tentang nutrisi sejak usia dini.

"Gizi bukan hanya soal makanan, tapi tentang masa depan. Anak yang memahami gizi akan tumbuh sehat, berpikir tajam, dan mampu berkontribusi bagi bangsa," katanya.

Menurut Ikeu, sekolah merupakan ruang edukatif yang ideal untuk mentransfer pengetahuan gizi secara sistematis. Pendidikan gizi sejak dini membantu siswa memahami keterkaitan antara makanan, kesehatan, dan kesejahteraan, sekaligus mendorong mereka untuk membuat pilihan hidup yang lebih sehat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online