REMBAG KAISTIMEWAN: Keistimewaan DIY Berawal dari Ketahanan Keluarga
Penanaman budaya, karakter, dan nilai moral harus dimulai dari lingkungan keluarga agar keistimewaan DIY tetap terjaga di tengah perubahan zaman.
Pemenang Lomba Peneliti Belia (LPB) DIY 2025 yang diselenggarakan di Gedung Drost, Kampus III Universitas Sanata Dharma. - ist
JOGJA—Sebanyak 86 pelajar dari jenjang SMP dan SMA se-DIY berpartisipasi dalam kompetisi Lomba Peneliti Belia (LPB) DIY 2025 yang diselenggarakan di Gedung Drost, Kampus III Universitas Sanata Dharma.
Dengan mengangkat tema Membangun Generasi Unggul Berkarakter, ajang ini mempertandingkan sepuluh kategori penelitian dalam bidang sains dan sosial.

Dr. Monika Raharti selaku Direktur Center for Young Scientists. - ist
Dr. Monika Raharti selaku Direktur Center for Young Scientists menjelaskan bahwa LPB DIY 2025 merupakan tahap seleksi tingkat provinsi. Para pemenang akan melanjutkan ke kompetisi nasional pada Desember dan berpeluang mewakili Indonesia di ajang internasional.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Center for Young Scientists (CYS) dengan Universitas Sanata Dharma, dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi DIY melalui Disdikpora DIY serta berbagai perguruan tinggi dan institusi swasta. Kompetisi ini telah berlangsung selama 15 tahun sejak pertama kali digelar pada 2011.
Menurut Monika, LPB bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis peserta serta mempersiapkan mereka untuk pendidikan tinggi. Dari 48 judul penelitian yang diajukan, peserta terbaik lolos ke babak final untuk mempresentasikan karya mereka di hadapan panel juri.
Tim juri terdiri dari akademisi dan peneliti dari USD, Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia, STBA Yapari Bandung, dan Yayasan Duta Chakra Budaya.
Topik-topik penelitian tahun ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo, mencakup kendaraan listrik, artificial intelligence, penelitian kanker, industri gaming, dan fitofarmaka.
Beberapa sekolah yang meraih prestasi terbaik antara lain SMPN 8 Yogyakarta (Ilmu Hayati), SMPN 12 Yogyakarta (Komputer), SMA Budi Mulia Dua (Psikologi), SMAN 3 Yogyakarta (Ekonomi), SMA Budi Utama (Fisika, Sosiologi, Lingkungan), dan MAN 2 Yogyakarta (Matematika).
Para juara akan berlaga di tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang, pada 3-4 Desember 2025.

Dekan FKIP USD, Drs. Tarsisius Sarkim, Ph.D.. - ist
Dekan FKIP USD, Drs. Tarsisius Sarkim, Ph.D., memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, menekankan bahwa menjadi peneliti di usia muda membutuhkan kepekaan terhadap masalah sekitar, komitmen dalam proses penelitian yang panjang, dan keterbukaan pikiran untuk menerima masukan.
"Selamat kepada para juara, dan saya bangga serta mengapresiasi atas partisipasi semua peserta. Menjadi peneliti di usia semuda Anda memberikan harapan bagi masa depan Indonesia," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penanaman budaya, karakter, dan nilai moral harus dimulai dari lingkungan keluarga agar keistimewaan DIY tetap terjaga di tengah perubahan zaman.
Xpeng G6 AWD resmi meluncur di Indonesia dengan motor ganda, tenaga 358 kW, akselerasi 4,13 detik, dan identitas baru Black Edition.
Prof Sarwidi menilai mitigasi gempa menjadi penentu dampak bencana. Perbedaan kerusakan di Venezuela dan Jepang menjadi pelajaran bagi Indonesia.
Simak contoh surat referensi kerja yang benar, fungsi, manfaat, serta format resmi yang dapat meningkatkan peluang diterima di perusahaan.
Rektor Prof. Hari Purnomo mengajak alumni membangun growth mindset untuk menghadapi AI dan tantangan global.
Video Pos Polisi Nampu Saradan viral di media sosial. Warganet membagikan kenangan melintasi jalur lama Madiun–Nganjuk sebelum era jalan tol.