Disbud Bantul Bongkar Sejarah Kapitan Tan Djin Sing hingga Madukismo
Disbud Bantul angkat sejarah Tan Djin Sing dan Madukismo. Generasi muda diajak memahami jejak Tionghoa di Jogja.
Mahasiswa UGM memasang lampu bertenaga surya untuk penerangan jalan. /Istimewa.
Harianjogja.com, HALMAHERA SELATAN—Tim KKN PPM UGM yang ditempatkan di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara harus bekerja keras untuk melaksanakan program kerja mereka karena berbagai keterbatasan. Beruntung dukungan masyarakat cukup kuat hingga semua bisa berjalan.
Tim beranggotakan 28 orang yang bernama Jawara Obira ini ditempatkan di dua unit yakni di Desa Kawasi dan Soligi, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera selatan.
BACA JUGA: Leptospirosis di Bantul Capai 179 Kasus, Warga Diminta Waspada
Di Soligi salah satu program yang dijalankan adalah penanaman mangrove di kawasan pantai. Dalam program ini para mahasiswa mengajak masyarakat dan pelajar SMA. Program dimulai dengan sosialisasi manfaat dan cara penanaman dan selanjutnya mereka menanam 150 bibit ditanam.

“Ada beberapa kawasan pantai yang masih membutuhkan banyak mangrove,” kata Erick Erlando, koordinator kegiatan tersebut Selasa (29/7/2025).
Selain penanaman mangrove, para mahasiswa ini juga memasang lampu bertenaga surya untuk penerangan jalan. Pemasangan dilakukan di tiga dusun.
“Di Soligi, listrik hanya menyala enam jam dari pukul 18.00. Jadi setelah jam 12 malam, situasinya sangat gelap,” kata Muhammad Haiqal yang bertugas memimpin pemasangan lampu tersebut.
BACA JUGA: Penjelasan PPATK Akan Memblokir Rekening Tak Dipakai Transaksi dalam 3 Bulan
Sayangnya, karena keterbatasan anggaran, hanya 15 lampu yang bisa dipasang. Itupun harus dibagi di tiga desa secara merata. Pemasangan dilakukan tiga hari dan dibantu warga setempat. “Tetapi lumayan setidaknya ada penerangan,” katanya. Berbagai program tim ini didukung oleh PLN, Pepsodent dan Intan Pariwara.
La Bili, salah satu tokoh masyarakat menyambut baik berbagai program KKN ini. Ketua kelompok mangrove ini mengatakan wilayahnya masih membutuhkan banyak bibit pohon tersebut. “Sebenarnya ada tiga opsi tempat penanaman mangrove. Tempat yang sekarang ditanami karena dekat sama perkebunan kelapa, terus juga belum banyak mangrovenya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disbud Bantul angkat sejarah Tan Djin Sing dan Madukismo. Generasi muda diajak memahami jejak Tionghoa di Jogja.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.