Endank Soekamti hingga Superman Is Dead Bakal Ramaikan Rebelfest 2026, Ini Jadwalnya
YK Rebelfest Vol. 3 digelar di Maguwoharjo dengan 23 penampil, mengusung tema Welcome Home Saudaraku dan konsep Lebaran Punk Rock.
Guru Besar UMY bidang Akuntansi, Profesor Suryo Pratolo (kiri). /IstimewaUMY.
Harianjogja.com, JOGJA—Teknologi blockchain dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam menjawab tantangan kepercayaan publik di tengah pesatnya transformasi digital. Blockchain bahkan berpotensi diterapkan di sektor pendidikanm mulai dari sistem keuangan hingga ijazah digital.
Hal ini disampaikan oleh Profesor Suryo Pratolo dalam forum International Conference on Sustainable Innovations (ICoSI) yang dibuka di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Rabu (6/8/2025). Ia menilai bahwa blockchain hadir sebagai solusi kunci dalam menjamin transparansi dan akuntabilitas di berbagai sektor.
BACA JUGA: 8 Proyek Jalan Lingkungan di Gunungkidul Rampung, Total Anggaran Capai Rp1,4 M
Guru Besar UMY di bidang Akuntansi ini menjelaskan blockchain sangat potensial untuk diterapkan di sektor pendidikan, termasuk dalam sistem keuangan kampus, penerbitan ijazah digital, hingga pengelolaan nilai mahasiswa. Kendati demikian, ia tidak menampik masih adanya tantangan besar dalam penerapannya, khususnya pada kesiapan institusi.
“Penelitian saya menunjukkan lembaga pendidikan swasta mulai menunjukkan kesadaran terhadap blockchain, tetapi tingkat kesiapan mereka masih rendah. Tantangannya ada pada infrastruktur dan eksekusi. Jika ingin membangun aplikasi yang canggih dan dipercaya publik, maka blockchain harus mulai dipertimbangkan sejak awal,” katanya.
Konsep dasar blockchain merupakan sistem yang tersusun dari entitas-entitas terhubung dan terdistribusi. Tidak seperti sistem konvensional yang terpusat, blockchain menyimpan data dalam jaringan yang terdistribusi namun tetap saling terhubung, sehingga lebih tahan terhadap upaya manipulasi.
Perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), hingga big data menuntut adanya sistem pengaman digital yang andal. Blockchain, sebagai teknologi yang berbasis pada sistem terdistribusi dan terenkripsi, dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut. Sistem ini tidak hanya mampu mengamankan data, tetapi juga proses bisnis secara lebih efisien dan aman.
BACA JUGA: Hingga Juli 2025, Jumlah Penumpang Kereta Bandara Melonjak 30 Persen
Indonesia sudah mulai merespons kemajuan teknologi blockchain. Di mana pada awal Juli 2025, pemerintah Indonesia melalui regulasi terbaru telah memasukkan blockchain ke dalam sektor bisnis strategis nasional, bahkan memberikan insentif berupa pembebasan pajak untuk aset digital berbasis blockchain.
“Regulasi terbaru dari Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa aset digital berbasis blockchain,_yang disebut crypto asset, kini bebas pajak. Ini adalah peluang besar, termasuk bagi kampus dan pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi ini secara lebih serius,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YK Rebelfest Vol. 3 digelar di Maguwoharjo dengan 23 penampil, mengusung tema Welcome Home Saudaraku dan konsep Lebaran Punk Rock.
HP lipat kini punya layar mendekati tablet mini. Namun, apakah foldable benar-benar bisa menggantikan tablet untuk hiburan dan pekerjaan?
Cari motor 250 cc bekas di bawah Rp15 juta? Ada Ninja 250, Ninja 250 SL dan CBR250R yang masuk daftar.
Memori HP penuh tanpa ingin hapus aplikasi? Coba 3 cara ini, mulai dari bersihkan cache hingga mengatur penyimpanan WhatsApp.
Dua penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Polisi memburu para pelaku.
Messi mencetak gol tendangan bebas ke-76 saat Inter Miami kalah 1-2 dari Columbus Crew. Ia kini tinggal dua gol dari rekor Marcelinho.